Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kioson Komersial Indonesia. Foto ilustrasi: IST

Kioson Komersial Indonesia. Foto ilustrasi: IST

Rights Issue, Kioson Berpotensi Raih Dana Rp 251,03 Miliar

Rabu, 15 September 2021 | 16:35 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) akan menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak 358 juta saham dengan harga penawaran Rp 700 per saham melalui mekanisme penawaran umum terbatas (PUT) I.

Berdasarkan keterangan resmi, Rabu (15/9), dari aksi korporasi tersebut perseroan berpotensi meraup dana sebanyak Rp 251,03 miliar. Perseroan juga akan menerbitkan sebanyak 243,86 juta waran seri II dengan harga pelaksanaan Rp 1,200 per saham.

Sementara itu, seluruh dana bersih yang diperoleh aksi korporasi tersebut setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan modal kerja perseroan dan anak usaha, sehingga dapat mendukung pertumbuhan bisnis.

Aksi korporasi ini telah memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 24 Agustus 2021. Sementara aksi rights issue akan berlangsung pada November mendatang.

Secara rinci, daftar pemegang saham yang berhak memperoleh HMETD pada 9 November 2021. Cum dan ex HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi dilakukan pada 5-8 November 2021. Cum dan ex HMETD di pasar tunai dilaksanakan pada 9-10 November 2021. Sedangkan pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 November 2021.

Perlu diketahui, PT Artav Mobile Indonesia selaku pemegang saham utama perseroan tidak akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya dan mengalihkan HMETD nya kepada masyarakat yang akan diperdagangkan sesuai dengan mekanisme perdagangan BEI.

Berdasarkan asumsi, apabila seluruh HMETD dilaksanakan maka kepemilikan Artav Mobile Indonesia akan menyusut menjadi 32,560% dari semula 48,840%. Sementara masyarakat meningkat menjadi 67,440% dari sebelumnya 51,160%.

Kemudian, apabila masyarakat melaksanakan HMETD dan waran seri II maka kepemilikan Artav Mobile Indonesia akan menurun menjadi 26,543% dari semula 32,560%. Sementara masyarakat naik menjadi 73,457% dari sebelumnya 67,440%.

Di sisi lain, Kioson Komersial Indonesia telah membentuk anak usaha baru yakni PT Indonesia Super Exchange sekaligus meluncurkan platform IndoXC.com. IndoXC.com merupakan marketplace terlengkap untuk produk digital, dimana platform ini akan menghubungkan seluruh aplikasi digital dengan lebih dari 50 ribu stock keeping unit (SKU) produk digital yang ada di Indonesia.

IndoXC.com hadir untuk melengkapi ekosistem digital perseroan yang telah dibangun sebelumnya. Platform ini menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan interkoneksi yang cenderung lama akibat administrasi yang berbelit-belit. Platofrm ini pun dilengkapi Super API (Application Programming Interface) yang mudah serta bisa langsung digunakan melalui pendaftaran digital yang cepat dan aman.

Sebagai informasi, Kioson sebelumnya juga telah meluncurkan GudangPintar.id dan Retail Kita yang menyuguhkan layanan berbasis gudang bagi UMKM, dimana GudangPintar.id menjadi solusi logistik bagi para mitra warung Kioson untuk memenuhi pesanan pelanggan secara tepat dan cepat. Adapun Retail Kita berperan menghubungkan jalur distribusi antara mitra dengan produsen FMCG (fast moving consumer goods).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN