Menu
Sign in
@ Contact
Search
Indo Tambangraya. Foto ilustrasi: Defrizal

Indo Tambangraya. Foto ilustrasi: Defrizal

Indo Tambang Belanja Alat Berat dan Persiapan Tambang Baru

Senin, 11 Oktober 2021 | 05:55 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) memperkirakan belanja modal (capital expenditure/capex) pada semester II-2021 bakal meningkat, seiring investasi alat berat dan persiapan lokasi tambang baru anak usahanya, PT Graha Panca Karsa (GPK).

Hingga kini, perseroan telah menyerap capex sebesar US$ 4,8 juta dari total anggaran tahun ini yang mencapai US$ 40,5 juta. Capex tersebut digunakan untuk mendukung bisnis perseroan, seperti pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur di seluruh tambang.

Direktur Komunikasi Korporat & Hubungan Investor Indo Tambangraya Megah Yulius Gozali mengatakan, sumber dana capex sepenuhnya berasal dari kas internal. “Realiasi belanja modal ini harus diawasi dengan hati-hati guna memastikan penggunaan belanja modal yang sesuai dengan perencanaan,” kata dia kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Sementara itu, perseroan mulai mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Pengembangan dilakukan mulai dari tambang mineral berbasis energi hijau (green energy) hingga proyek panel atap tenaga surya.

Direktur Utama Indo Tambangraya Megah Mulianto mengatakan, dalam 5-10 tahun mendatang, perseroan memang masih fokus pada bisnis batu bara. Namun, perseroan sedang menjajaki tambang mineral berbasis clean tech atau green energy. “Mineralnya bisa bauksit, nikel, emas, dan tambang mineral lain yang mendukung transformasi ke depan," jelas dia.

Selain menjajaki tambang mineral baru, Indo Tambang sedang mencari mitra untuk instalasi panel atap tenaga surya. Perseroan sedang memfinalisasi rencana konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pelabuhan Melak. PLTS ini dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi untuk memastikan pasokan listrik yang memadai dan stabil.

Menurut Mulianto, dalam transformasi yang dicanangkan Indo Tambang, pengembangan bisnis batu bara tetap dilakukan. Karena itu, perseroan akan terus mengeksplorasi tambang batu bara untuk menambah cadangan yang ada.

Dari sisi produksi, perseroan menargetkan produksi batu bara sebanyak 19-19,9 juta ton tahun ini. Sedangkan penjualan ditargetkan menjadi 21,5-22,4 juta ton. Sejauh ini, Tiongkok masih menjadi penyumbang utama penjualan sebesar 30%, Indonesia 19%, Jepang 16% dan negara-negara lainnya. Dari total penjualan tersebut, perusahaan telah mendapatkan 79% kontrak penjualan. Lalu, sebanyak 56% harga jualnya telah ditetapkan, 24% lagi mengacu pada indeks harga batu bara. Sedangkan 21% belum terjual.

Hingga semester I-2021, perseroan mencatat penjualan bersih US$ 676 juta dan margin laba kotor meningkat menjadi 34%. Kenaikan harga jual batu bara tidak hanya meningkatkan pendapatan, namun juga laba bersih yang naik signifikan 312% dari US$ 29 juta pada paruh pertama 2020 menjadi US$ 118 juta pada periode yang sama tahun ini.

Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri menaikkan proyeksi laba bersih Indo Tambang tahun ini menjadi US$ 259 juta dari US$ 139 juta. Begitu juga dengan proyeksi pendapatan dinaikkan menjadi US$ 1,7 miliar dari US$ 1,47 miliar. Revisi naik tersebut sejalan dengan ekspektasi kenaikan rata-rata harga jual batu bara menjadi US$ 100 per ton dari US$ 80 per ton. “Kami memperkirakan pertumbuhan kinerja keuangan Indo Tambang akan berlanjut pada kuartal III-2021,” tulis Stefanus dalam risetnya.

Dengan kondisi cuaca yang lebih baik, volume produksi batu bara perseroan diperkirakan naik pada kuartal III-2020 dibandingkan kuartal II-2022. Volume produksi diperkirakan meningkat menjadi 5,5 juta ton pada kuartal III-2021 dibandingkan kuartal II-2021 sebanyak 4,7 juta ton.

“Kami memperkirakan perseroan akan menggenjot volume produksi dan penjualan batu bara tahun ini di tengah kenaikan harga jual. Volume produksi diperkirakan mencapai 19-19,9 juta ton dan volume penjualan naik menjadi 21,5-22,4 juta ton,” ungkapnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com