Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Equity Development

Equity Development

Tambah Modal Bank Ganesha, Equity Development Bidik Dana Rights Issue Rp 1,23 Triliun

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:39 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) akan menggelar penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan target dana Rp 1,23 triliun. Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk meningkatkan modal pada PT Bank Ganesha Tbk (BGTG).

Berdasarkan prospektus yang terbit pada Rabu, (13/10), perseroan akan menerbitkan sebanyak 7,45 miliar saham Seri C. Harga pelaksanaan dari rights issue adalah Rp 165 per saham, sehingga total dana yang bisa diraih mencapai Rp 1,23 triliun.

Equity Global International Limited selaku pemegang 67,76% saham GSMF akan melaksanakan hak HMETD tersebut. Apabila terdapat sisa saham dalam rights issue, Equity Global akan menjadi pembeli siaga dengan sisa saham yang diambil maksimal Rp 1,1 triliun. Sementara pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan terdelusi 47,21%.

Sesuai rencana, perseroan akan mendapatkan pernyataan efektif rights issue pada 30 November 2021. Distribusi HMETD pada 13 Desember 2021, pencatatan efek pada 14 Desember 2021 dan perdagangan HMETD pada 14 hingga 20 Desember 2021.

Dana dari rights issue akan digunakan untuk meningkatkan investasi di Bank Ganesha sebesar Rp 1 triliun. Adapun Equity Investment saat ini memiliki 29,86% saham Bank Ganesha. Penambahan modal ini diharapkan bisa mendukung pemenuhan modal inti di Bank Ganesha.

Sementara sisa dana rights issue akan digunakan untuk menambah investasi saham atau modal pada entitas anak. Selain itu akan digunakan juga untuk modal kerja perseroan maupun entitas anak usaha.

Equity Investment adalah perusahaan investasi yang memiliki empat lini usaha. Lini usaha pertama bergerak di bidang asuransi melalui perusahaan PT Equity Life Indonesia, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk, PT Medicom Prima dan PT Lumbung Sari. Kemudian anak usaha lain bergerak di bidang pembiayaan, yakni PT Equity Finance Indonesia, PT Ventura Investasi Utama dan PT Ventura Investasi Prima.

Anak usaha yang bergerak di pasar modal adalah PT Equity Securities Indonesia dan PT Datindo Entrycom. Sedangkan yang bergerak di bidang travel adalah PT Lintas Dunia Travelindo.

Hingga semester I-2021, Equity Investment membukukan kerugian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 780 juta. Kerugian ini mengecil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 25,42 miliar.

Pada periode yang sama, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 497,17 miliar dan total beban Rp 485,13 miliar. Aset tercatat Rp 4,77 triliun dan liabilitas Rp 3,3 triliun.

Presiden Direktur Equity Investment M. Zulkifli As menjelaskan, sampai 2021, perseroan masih membukukan akumulasi rugi sebesar Rp 951 miliar. Akumulasi rugi ini berasal dari anak usaha, PT Bank Dagang Nasional Indonesia Tbk yang sudah dibekukan sejak Agustus 1998.

Equity Investment mengakui kerugian penurunan investasi di Bank Dagang Nasional sebesar Rp 1,38 triliun sehingga akumulasi kerugian yang dicatat mencapai Rp 1,46 triliun. Saat ini, akumulasi kerugian sudah menurun menjadi Rp 951 miliar.

"Ke depan, perseroan akan melakukan efisiensi dan meningkatkan kinerja untuk meningkatkan saldo laba," jelas Zulkifli dalam keterangan resmi dikutip Rabu, (13/10).

Dari lini bisnis asuransi, perseroan akan melakukan pemulihan bisnis dan meningkatkan pertumbuhan serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Sementara dari bisnis pembiayaan, perseroan akan memperluas jaringan pasar, mengembangkan proses bisnis, melakukan transformasi digital dan meningkatkan efisiensi.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN