Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran direksi dan komisaris PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, saat  listing perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, 14 Januari 2020. Foto ilustrasi: B1/UTHAN A RACHIM

Jajaran direksi dan komisaris PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, saat listing perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, 14 Januari 2020. Foto ilustrasi: B1/UTHAN A RACHIM

Akhir September, Dana Kelolaan Ashmore Tembus Rp 35 Triliun

Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:57 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) mengalami kenaikan total dana kelolaan mencapai Rp 35,96 triliun hingga akhir September 2021. Jumlah ini tumbuh 42,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Rp 25,25 triliun.

Presiden Direktur Ashmore Asset Management Indonesia Ronaldus Gandahusada menjelaskan, raihan dana kelolaan ini melebihi pertumbuhan industri yakni 8,2%. Rata-rata dana kelolaan Ashmore, untuk periode tiga bulan yang berakhir di September mengalami kenaikan sebesar 45,4% Year on Year (YoY) dari Rp 24,3 triliun ke Rp 35,3 triliun.

Sepanjang triwulan tersebut, dana kelolaan mengalami kenaikan sebesar Rp 1,0 triliun atau US$ 0,07 miliar didorong oleh masuknya dana investasi sebesar Rp 0,6 triliun dan kinerja investasi yang positif sebesar Rp 0,4 triliun US$ 0,03 miliar.

“Aset kelas saham, merupakan kontribusi terbesar terhadap dana kelolaan sepanjang triwulanan. Meningkatnya kinerja pasar saham didorong oleh perbaikan vaksinasi dan jumlah kasus Covid-19, naiknya cadangan devisa dan membaiknya data perdagangan,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (14/10).

Untuk diketahui, menurunnya risiko secara keseluruhan menjadi sentimen positif bagi pasar modal Indonesia sepanjang bulan Juni sampai September. IHSG mengalami kenaikan kinerja sebesar 3,4% kuartalan, sementara saham berkapitalisasi besar yang direpresentasikan oleh indeks LQ45 mengalami kenaikan 4,0% kuartalan.

Saham-saham kapitalisasi besar, lanjut Ronaldus, mulai menerima arus masuk dari penanam modal asing dengan akselerasi vaksinasi dan relaksasi dari Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai daerah.

Selain itu, kuatnya siklus pembelanjaan modal secara global telah mendorong harga komoditas untuk mengalami kenaikan, yang kemudian hasilnya memperbaiki indikator makro ekonomi Indonesia, volatilitas rupiah dan risiko Investasi yang menurun sehingga memperkuat kinerja pasar saham dan obligasi

Terkait obligasi, di periode yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia mengalami penguatan sebesar 33 Basis Poin (BP) sementara Rupiah mengalami penguatan sebesar 2,5% kuartalan. Meski demikian, kenaikan ini tidak perlu dikhawatirkan, lantaran Indonesia masih menawarkan valuasi yang menarik dibandingkan negara sejenisnya.

“Oleh karena itu, dana kelolaan Ashmore mengalami peningkatan di triwulan sekaligus\  menggambarkan baiknya kinerja investasi dan arus masuk dari nasabah institusi. Kami percaya bahwa dengan membaiknya aktivitas ekonomi dan perbaikan produktivitas masyarakat, pasar modal dapat mengalami kenaikan harga aset,” ujarnya.

Adapun sebelumnya, Ashmore Asset bersama dengan PT Bank Danamon Indonesia memperkenalkan 3 produk solusi tambahan investasi reksa dana. Tiga produk itu, yakni  Ashmore Dana Ekuitas Nusantara (ADEN), Ashmore Dana Obligasi Unggulan Nusantara (ADOUN), dan Ashmore Dana Pasar Uang Nusantara (ADPUN).

Direktur Ashmore Asset Management Indonesia Arief Wana mengatakan, pengenalan produk terbaru sejalan dengan disrupsi yang mempengaruhi perubahan kehidupan bermasyarakat, dan menghadirkan peluang kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi.

Kehadiran saham berbasis teknologi dan digital, diharapkan dapat meningkatkan pilihan investasi di pasar modal, dan mengubah lanskap pasar modal Indonesia mengikuti tren pasar modal dunia.

“Bersamaan dengan peluang Investasi di sektor teknologi dengan rencana melantai beberapa perusahaan di Bursa Efek Indonesia, kami memandang filosofi Investasi kami yang aktif dan fokus kepada nilai tambah dapat memberikan alternatif Investasi untuk para nasabah,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN