Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Nusa Konstruksi Enjiniring.

PT Nusa Konstruksi Enjiniring.

Global Dinamika Resmi Kendalikan Nusa Konstruksi

Rabu, 24 November 2021 | 18:27 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - Pemegang saham menyetujui PT Global Dinamika Kencana (GDK) akuisisi sebanyak 51,85% saham PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK). Sedangkan susunan direksi dan komisaris perseroan dirombak usai masuknya pengendali baru tersebut.

Direktur Nusa Konstruksi Enjiniring Budi Susilo mengatakan, pembelian mayoritas saham Nusa Konstruksi tersebut merupakan langkah strategis GDK untuk memperbesar dan memperkuat bisnis di bidang infrastruktur serta properti dan konstruksi yang telah digeluti grup perusahaan selama 31 tahun terakhir. Aksi tersebut telah dilakukan pada 6 Oktober 2021 lalu.

“Pasca akuisisi, GDK telah melakukan konsolidasi secara internal dengan melakukan beberapa perbaikan dan penguatan dimana pada pelaksanaan RUPSLB merupakan bagian tahap akhir dari proses konsolidasi berupa penguatan dan menjadi tahap awal dimulainya proses Turn Around Story untuk memperbesar kontribusinya dan memperluas bisnisnya di sektor infrastruktur,” jelasnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu, (24/11).

Budi Susilo menambahkan, fokus Nusa Konstruksi setelah konsolidasi internal adalah produktivitas, efisiensi, dan good corporate governance (GCG) dalam menjalankan bisnisnya. Untuk diketahui, GDK adalah perusahaan investasi yang memiliki sejumlah perusahaan di bidang properti, infrastruktur, konstruksi, Reseach & Development, Medical Device Manfacturing dan Hi-Tech Healthcare Solution.

Di bidang infrastruktur, properti dan konstruksi GDK juga memiliki PT Dirgantara Yudha Artha (Dirgantara). Dirgantara berdiri sejak tahun 1990. Dirgantara sudah berpartisipasi dalam proyek-proyek konstruksi nasional, seperti infrastruktur bandara (Runway & Hangar), kawasan industri, jalan raya, jalan tol, dan yang terbaru dalam pembangunan proyek Tol Cikopo Palimanan.

Sedangkan pada bidang kesehatan, GDK juga diketahui menjadi pengendali dari PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) dengan memegang sebanyak 1,21 miliar saham atau setara dengan 75,97%.

Susunan Pengurus

Dalam acara yang sama, perseroan menetapkan beberapa dewan komisaris dan direksi perseroan. Komisaris Utama diisi oleh Hendro Martowardojo, Komisaris Independen Ade Rahardja, Komisaris Ganda Kusuma, Direktur Utama Budi Susilo, Direktur tidak terafiliasi yakni JB Koesnarno. Kemudian, Direktur Rahman Sadikin, lalu terakhir Direktur Moch Ardi Prasetiawan.

Ke depan, kata Budi, perseroan akan memasuki babak baru berupa enlarge bisnis di sektor infrastruktur tanah air. Sebagai perusahaan konstruksi nasional yang memiliki histori panjang juga dengan masuknya GDK sebagai pengendali dipercaya menjadi modal yang kuat bagi perseroan untuk bertumbuh.

“Tahun ini, dalam tiga kuartal berturut-turut kami telah mencatatkan hasil positif. Dengan demikian, kami optimis tahun ini sudah membukukan profit meskipun tidak besar. Hasil positif dari performa tersebut ditambah dengan masuknya GDK sebagai pemegang saham pengendali perseroan dan profil susunan pengurus yang dimiliki perseroan saat ini, kami optimis untuk pertumbuhan ke depan,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Rony N Hendropriyono mengatakan, pada masa-masa yang sulit, perseroan berhasil melewatinya dengan tidak pernah mengalami mengalami default dengan pihak perbankan. “Sehingga ke depan, kami yakin dengan bergabungnya GDK akan terjadi sinergi yang menguntungkan bagi Nusa Konstruksi dan stakeholders,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan arsip Investor Daily, Nusa Konstruksi Enjiniring optimistis dapat meraih pendapatan sebanyak Rp 957,75 miliar dan laba bersih sebanyak Rp 5 miliar pada tahun 2021 mendatang. Proyeksi tersebut naik hingga 130.23% apabila dibandingkan dengan target tahun 2020 yakni Rp 416 miliar.

Sejumlah target tersebut akan didukung dengan incaran kontrak baru mencapai Rp 2 triliun yang diperoleh dari beberapa proyek carry over pada tahun 2020 pada kisaran Rp 400 hingga Rp 500 miliar. Untuk membiayai sejumlah pengerjaan pada tahun 2021, kami sediakan Capital Expenditure/capex sebanyak Rp 100 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN