Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi perusahaan. Foto: Laporan tahunan PT Danareksa.

Ilustrasi perusahaan. Foto: Laporan tahunan PT Danareksa.

Jadi Holding, Danareksa Konsolidasikan 16 BUMN

Rabu, 24 November 2021 | 23:32 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo resmi menetapkan PT Danareksa sebagai Holding BUMN lintas sektor. Sebab itu, Danareksa akan mengonsolidasikan 16 perusahaan sebagai anak usaha. Sebanyak 16 perusahaan itu bergerak di bidang jasa keuangan, kawasan industri, sumber daya air, jasa dan konsultasi konstruksi, manufaktur, media dan teknologi, serta transportasi dan logistik.

Direktur Utama Danareksa Ari Soerono mengatakan, sebanyak 16 BUMN tersebut akan masuk dalam dua tahapan. Tahap I, BUMN yang akan masuk adalah Kawasan Industri Medan, Kawasan Industri Makassar, Kawasan Industri Wijayakusuma, KBN, SIER, JIEP, PPA, Kliring Berjangka Indonesia, Balai Pustaka, dan Nindya Karya. Tahap II yang masuk adalah Virama Karya, Yodya Karya, Indra Karya, Bina Karya, PJT1, dan PJT2.

“Tahap I dalam waktu dekat dan tahap II paling lama pada 2022,” kata Ari kepada Investor Daily, Rabu (24/11). Selanjutnya, Danareksa memiliki tugas untuk value creation melalui transformasi model bisnis, penyempurnaan proses kerja, dan peningkatan kompetensi SDM.

“Transformasi model bisnis misalnya menjadikan kawasan industri BUMN menjadi smart and green industrial estate, perubahan bisnis Balai Pustaka menjadi IP-based licensing digital company, PPA menjadi pilar restrukturisasi BUMN, KBI merambah komoditas tambahan yang bisa dikliringkan seperti nikel, timah, dan seterusnya,” jelas dia.

Adapun keputusan Danareksa menjadi Holding BUMN tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 113 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No 25 Tahun 1976. Peraturan tersebut sekaligus mengubah PP No 25 Tahun 1976 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) Danareksa.

Selanjutnya, Danareksa juga akan meMpercepat proses pengikutsertaan masyarakat dalam pemilikan saham perusahaan menuju pemerataan pendapatan, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengerahan dana, melaksanakan kegiatan investasi dan konsultansi manajemen, serta melakukan optimalisasi pemanfaatan sumber daya perusahaan perseroan (Persero) berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Untuk mencapai maksud dan tujuan kebijakan tersebut, Danareksa akan melaksanakan kegiatan usaha utama di bidang aktivitas perusahaan holding, termasuk mendirikan atau turut serta dalam badan lain. Kemudian, aktivitas kantor pusat, investasi langsung atau tidak langsung, dan aktivitas restrukturisasi perusahaan.

Perseroan juga akan bergerak di bidang usaha utama aktivitas pengelolaan aset BUMN atau badan usaha lain, aktivitas konsultansi manajemen, aktivitas penunjang jasa keuangan lain, aktivitas penelitian pasar dan jajak masyarakat, serta aktivitas lain dalam rangka mencapai maksud dan tujuan perseroan sebagaimana diatur dalam anggaran dasar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN