Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Foto: Ist

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Foto: Ist

Geser Telkom, Market Cap GOTO Merangsek Urutan Ketiga Rp 461,9 Triliun

Senin, 11 April 2022 | 10:09 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Kapitalisasi pasar (market cap) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merangsek naik ke urutan ketiga menggeser PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Market cap GOTO mencapai Rp 461,9 triliun dengan harga Rp 390 per saham.

Sedangkan kapitalisasi pasar Telkom berada di urutan keempat senilai Rp 451,99 triliun dengan harga Rp 4.560. Posisi pertama tetap ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 964,46 triliun dan kedua PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 697,35 triliun.

Baca juga: Nadiem Makarim Hadiri Seremoni Listing Saham GoTo, Airlangga Hartarto Bilang Begini

Sedangkan berkat listing perdana saham GOTO  yang dibuka melesat dari harga penawaran Rp 338 menjadi Rp 400 berimbas terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tembus level tertinggi intraday sepanjang masa 7.355,30. Sedangkan level pergerakan IHSG berada di rentang 7.211,44-7.355,30. Tidak hanya itu investor asing merealisasikan pembelian bersih saham GOTO hingga Rp 220 miliar hingga pukul 09.30.

Sedangkan harga saham GOTO sendiri bergerak menguat dalam kisaran Rp 372-416 pada perdagangan intraday hari ini atau setelah listing perdana saham. Saham GOTO menjadi pilihan teratas yang diborong pemodal asing pagi hari ini, Senin (11/4).

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mematok target peningkatan pendapatan perseron menjadi Rp 11,09 triliun pada 2022, dibandingkan perkiraan tahun 2021 senilai Rp 7,36 triliun. Sedangkan rugi bersih diprediksi turun dari perkiraan tahun 2021 semnilai Rp 12,73 triliun menjadi Rp 11,74 triliun pada 2022.

Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 400. Target tersebut juga menggambarkan kuatnya bisnis perseroan dengan menguasai pangsa pasar terbesar di Indonesia.

Baca juga: Jadi Emiten Decacorn Pertama di Asia, BEI Minta GoTo (GOTO) Segera Realisasikan Dana IPO

“Perseroa juga memiliki sejumla mesin pertumbuhan kinerja keuangan ke depan setelah berhasil merger Gojek dengan Tokopedia untuk membentuk GoTo. Integrasi kedua platform tersebut menciptakan peningkatan GTV dengan order lebih besar dan pengeluarkan belanja konsumen lebih tinggi,” ujar analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.

Tidak hanya itu, dia mengatakan, Gopay akan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan ke depan. Sedangkan katalis diperkirakan dengan proyeksi rata-rata pertumbuhan GTV perseroan mencapai 30% sepanjang 2021-2025. Peningkatan didukung pertumbuhan order usai meredanya kasus Covid-19 di Indonesia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com