Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BRI Sunarso pada acara Halal Bi Halal bersama pemimpin redaksi di Jakarta, Jumat (13/5/2022). (Foto: Primus Dorimulu)

Direktur Utama BRI Sunarso pada acara Halal Bi Halal bersama pemimpin redaksi di Jakarta, Jumat (13/5/2022). (Foto: Primus Dorimulu)

Sunarso: Pertumbuhan Kredit BRI Anti Krisis

Jumat, 13 Mei 2022 | 21:38 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id) ,Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pertumbuhan kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dinilai tidak sensitif terhadap krisis akibat pandemi Covid-19. Per kuartal I-2022, kredit tumbuh 7,4% secara year on year (yoy) tembus Rp 1.027 triliun.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BRI Sunarso pada acara Halal Bi Halal bersama pemimpin redaksi di Jakarta, Jumat (13/5/2022). Dia mengungkapkan, komitmen BRI menyelamatkan UMKM akibat pandemi Covid-19 terjadi pada awal tahun 2020 dan tetap menyalurkan kredit membuat bisnis tetap tumbuh baik.

"Loan growth BRI itu tidak sensitif terhadap krisis, saya ulangi lagi, loan growth BRI tidak sensitif terhadap krisis. Kenapa? Karena BRI sewaktu awal pandemi itu ketika semua ambruk, kita keluar duluan dan mengatakan bahwa BRI harus fokus kepada penyelamatan UMKM," ungkap Sunarso.

Baca juga: BRI (BBRI) Permudah Pegawai Ajukan Pinjaman Lewat BRIguna Digital

Dia menegaskan, BRI harus tetap menumbuhkan kredit saat pandemi tengah berlangsung dengan dukungan berbagai stimulus dari pemerintah. Alhasil, bisnis kredit BRI mampu tetap tumbuh di atas rata-rata pasar.

Ketika itu, kata dia, ada dua hal yang perlu dipastikan. Pertama, menjaga likuiditas longgar guna mengantisipasi risiko inflasi dan lainnya. Dalam rentang dua tahun belakangan, kredit yang disalurkan terhadap sumber dana yang diterima (loan to deposit ratio/LDR) berhasil dijaga pada kisaran 80-87%.

Sedangkan hal kedua yang perlu dipastikan BRI menyangkut permodalan. Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan saat ini berada di level 24%. Permodalan BRI tidak perlu diragukan termasuk dengan tambahan modal Rp 41 triliun dalam rangka pembentukan holding ultramikro (Umi).

Baca juga: Porsi Dana Murah BRI Konsisten Meningkat

Menurut Sunarso, tambahan modal tunai tersebut mampu menopang pertumbuhan setidaknya sampai dengan tiga tahun ke depan. Meski begitu, prospek cerah BRI harus tetap dikendalikan dengan cermat, hati-hari, dengan strategi yang presisi.

Dengan kondisi perusahaan tersebut, menurut dia, BRI diyakini mampu tumbuh baik, meskipun dihadapkan krisis akibat pandemi. "Begitu dianalisis melalui ekonometrika bahwa ternyata loan growth BRI tidak sensitif terhadap krisis. Boleh dikatakan kalau krisis terjadi, BRI itu tetap tumbuh kreditnya," tegas dia.

Adapun per kuartal I-2022, BRI membukukan kredit tumbuh 7,4% menjadi Rp 1.027 triliun, yang didukung dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 1.126 triliun atau tumbuh 7,4%. Adapun total aset mencapai Rp 1.650 triliun atau naik 9%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN