Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melintas di depan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melintas di depan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

3 Emiten Kembali Rancang Buyback Saham Rp 55,85 Miliar

Gita Rossiana, Selasa, 24 Maret 2020 | 11:52 WIB

JAKARTA, Investor.id - Sebanyak tiga emiten kembali mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total anggaran Rp 55,85 miliar.

Ketiga perusahaan tersebut teridir atas, PT Mark Dynamics Tbk Indonesia (MARK), PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Perusahaan manufaktur pencetak sarung tangan, Mark Dynamics, mengalokasikan dana sebesar Rp 15 miliar untuk buyback. Jumlah saham yang dibeli tidak akan melebihi 20% dari modal yang disetor dengan ketentuan paling sedikit jumlah saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor.

Perseroan akan melakukan pembelian kembali mulai 23 Maret 2020 hingga 23 Juni 2020. Dalam pelaksanaan buyback ini, perseroan menggunakan kas internal dan menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk untuk membantu pelaksanaan pembelian kembali saham.

"Perseroan akan menyisihkan sejumlah dana yang diperlukan untuk tujuan pembelian kembali saham yang berasal dari kas internal perseroan. Penggunaan kas internal akan berpengaruh terhadap aset dan ekuitas, namun dampaknya tidak akan material sehingga laba rugi masih sejalan dengan target perusahaan," ungkap manajemen berdasarkan keterangan resmi pada Selasa, (24/3).

Kemudian Kresna Graha Investama menargetkan buyback saham dengan nilai maksimal Rp 18,2 miliar. Adapun, jumlah maksimum saham yang dibeli mencapai 3,64 miliar unit saham atau sekitar 20% dari modal disetor. Buyback saham akan dilakukan sejak 24 Maret sampai 24 Juni 2020.

Dalam pelaksanaan buyback ini, perseroan akan menunjuk PT Kresna Sekuritas dan perantara pedagang efek lainnya untuk melakukan pembelian kembali saham. "Biaya untuk pelaksanaan pembelian kembali saham berasal dari saldo kas internal dan perseroan telah menyisihkan dana tersebut sehingga tidak akan mengganggu operasional perseroan," kata manajemen.

Sedangkan emiten lainnya yang berniat buyback saham adalah Tower Bersama dengan taarget membeli kembali 1,13 miliar unit saham dengan nominal Rp 20 per unit saham. Adapun, dana yang dialokasikan mencapai Rp 22,65 miliar atau sekitar 5% dari jumlah modal yang disetor.

Pembelian kembali saham akan dilakukan mulai 24 Maret-23 Juni 2020 dan PT Indo Premier Sekuritas akan melakukan pembelian kembali saham tersebut. "Pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan berpengaruh terhadap pendapatan perseroan karena perseroan memiliki dana yang cukup untuk melakukan pembelian kembali dan juga melakukan kegiatan usaha," ujar manajemen.

Sebelumnya, sebanyak 55 emiten, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN), telah mengumumkan aksi pembelian kembali saham kepada BEI. Adapun alokasi dana yang disiapkan oleh 55 emiten tersebut mencapai sekitar Rp 14,82 triliun. Pelaksanaan buyback saham dimulai sejak pekan lalu.

Dari 55 emiten tersebut terdapat 11 emiten BUMN yang mengalokasikan dana buyback sebesar Rp 8,75 triliun. Sedangkan sisanya atau 44 emiten lainnya adalah emiten swasta dengan dana alokasi buyback sekitar Rp 6,07 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN