Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT). (Ilustrasi/Perseroan)

PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT). (Ilustrasi/Perseroan)

Aturan TKDN Bikin Garuda Metalindo (BOLT) Happy

Kamis, 24 November 2022 | 21:23 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Sejalan dengan pulihnya permintaan otomotif pascapandemi, PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) mendorong penjualan dengan terus melakukan pengembangan produk dan pemasaran.

Adanya Peraturan Presiden (Perpres) No.18/2020 untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) menjadi berkah bagi kinerja perseroan.

Dalam keterangan tertulis, manajemen Garuda Metalindo berkomitmen untuk tetap meneruskan rencana yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir yaitu otomatisasi mesin, pengembangan sumber daya manusia, serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas di semua bagian secara berkelanjutan.

Baca juga: MIND ID Minta Impor Timah dan Aluminium Dibatasi!

Strategi ini dilakukan perseroan sejalan dengan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang menunjukkan, bahwa penjualan mobil (whole sales) sampai dengan kuartal ketiga tahun 2022 tumbuh sebesar 20,82% menjadi 758.218 unit dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Sedangkan penjualan sepeda motor, merujuk dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sampai dengan kuartal ketiga tahun 2022 mencapai 3,61 juta unit atau turun sebesar 3,96 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2021 yang  3,76 juta unit. Penurunan penjualan sepeda motor selama tahun 2022 disebabkan oleh kelangkaan pasokan microchip untuk motor.

Selain pulihnya perekonomian, proyeksi peningkatan penjualan juga didukung oleh Perpres No.18/2020 untuk meningkatkan TKDN di setiap sektor usaha ikut memberikan peluang yang cukup besar dalam peningkatan penjualan domestik perusahaan ke depannya. Bahkan, BOLT mengungkapkan, telah mendapatkan banyak permintaan atas produk-produk baru oleh pelanggan lama dan juga pelanggan baru yang terdampak oleh intensitas pemerintah dalam menjalankan program peningkatan TKDN ini.

Pelanggan yang sebelumnya masih banyak melakukan impor atas komponen sejenis yang dibuat perusahaan mulai banyak melakukan aktivitas pengalihan pengadaan komponen tersebut untuk diproduksi oleh perusahaan. Perseroan memproyeksikan, sebagian besar permintaan ini akan terealisasi menjadi penjualan di tahun 2023 dan juga terus di tahun-tahun mendatang.

Selain itu, produsen baut otomotif ini juga terus mengikuti perkembangan dari kendaraan listrik (EV) di Indonesia dengan turut mengembangkan beberapa komponen pendukung dari kendaraan listrik yang sudah ada di Indonesia. Perseroan berharap, dukungan pemerintah atas produksi dan penggunaan kendaraan listrik akan berdampak positif terhadap penjualan perusahaan ke depannya.

Soal pemasaran, selama 2022 perseroan terus melakukan perluasan dengan mengikuti pameran Automechanika di Meksiko, BOLT berhasil mengembangkan bisnisnya ke pasar Meksiko. Sampai dengan kuartal III- tahun 2022, penjualan ekspor perusahaan mengalami peningkatan sebesar 7,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Sementara itu, hingga kuartal III-2022, Garuda Metalindo berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp 1,03 triliun atau bertumbuh 23,28% dari periode yang sama tahun lalu Rp 837,81 miliar. Meski demikian, akibat meningkatnya harga material dan biaya operasional laba bersih perseroan menurun 28,06% menjadi Rp 31,17 miliar.

Manajemen menyebutkan bahwa penurunan keuntungan ini terjadi akibat adanya kenaikan harga material dan juga biaya operasional untuk peremajaan fasilitas produksi, cost reduction program. Selain itu, nilai tukar mata uang asing yang berfluktuasi pada tahun 2022 turut menjadi sebab pelemahan untung dari BOLT.

Baca juga: Usai Grup Salim Gabung, Pamor BUMI Terus Melambung

“Meski demikian, secara kuartalan, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 21,35 miliar, naik 0,16% secara tahunan dan 238,38% apabila dibandingkan secara kuartalan,” jelas manajemen.

Sedangkan untuk pendapatan, pertumbuhan terjadi sejalan dengan pemulihan permintaan di pasar domestik dan ekspor. Selain itu, meningkatkan penjualan ini juga seiring dengan percepatan pemulihan ekonomi Indonesia disertai dengan perpanjangan kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) sampai kuartal III-2022 ikut membantu mendongkrak penjualan perusahaan selama tahun 2022.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com