Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi Subang Smartpolitan garapan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). (Perseroan)

Ilustrasi Subang Smartpolitan garapan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). (Perseroan)

Entitas Surya Semesta (NRCA) Ikut Garap Tol Rp 5 T di Subang, Ini Kabar Terbarunya

Rabu, 25 Jan 2023 | 08:15 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Konsorsium PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT PP Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan BUMD PT Subang Sejahtera menandatangani perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT), perjanjian penjaminan, serta perjanjian regres Jalan Tol Akses Patimban, Subang pada Selasa (24/1/2023).

Penandatanganan PPJT Jalan Tol Akses Patimban dilakukan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit dan Direktur Utama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Konsorsium PT Jasamarga Akses Patimban (JAP) Victor Nazarenko Mahandre.

Baca juga: Entitas Surya Semesta (NRCA) dan 4 BUMN Bikin Usaha Patungan Garap Tol Rp 5 T di Subang

Sementara itu untuk penandatanganan dua perjanjian lainnya, yaitu perjanjian penjaminan dilakukan oleh Direktur Utama PT Penjaminan dan Infrastruktur Indonesia (PII) M Wahid Sutopo dan Direktur Utama PT JAP Victor Nazarenko Mahandre serta perjanjian regres dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Direktur Utama PT PII M Wahid Sutopo.

Advertisement

PT Jasamarga Akses Patimban merupakan BUJT yang dibentuk oleh Konsorsium BUMN-swasta-BUMD pemenang lelang pembangunan Jalan Tol Akses Patimban, yang terdiri dari Jasa Marga selaku pemegang saham mayoritas sebesar 55%, NRCA sebesar 22%, ADHI sebesar 6%, WIKA sebesar 6%, PT PP sebesar 6%, dan PT Subang Sejahtera sebesar 5%.

Direktur Utama PT JAP Victor Nazarenko Mahandre menjelaskan, Jalan Tol Akses Patimban memiliki total panjang 37,05 km, dengan nilai investasi sebesar Rp 5,02 triliun, dan masa konsesi selama 50 tahun.

“Jalan Tol Akses Patimban ini akan menjadi jalan tol yang menghubungkan akses antara kawasan industri di Jawa Barat dengan Pelabuhan Patimban. Selain itu juga akan menjadi jalur alternatif masyarakat di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Karawang,” ujar Victor dalam keterangan resmi dikutip Rabu (25/1/2023).

Victor menambahkan, untuk pembangunan Jalan Tol Akses Patimban yang terdiri dari 5 seksi ini dibangun melalui skema KPBU. Dari kelima seksi tersebut, pembangunan Seksi 1 Junction Cipendeuy-Simpang Susun (SS) Cipendeuy dan Seksi 2 SS Cipendeuy-SS Pasir Bungur dengan total sepanjang 14,11 km dikerjakan oleh BUJT PT JAP. Sementara itu untuk pembangunan Seksi 3 SS Pasir Bungur-SS Tambak Dahan, Seksi 4 SS Tambak Dahan-SS Pusakanegara, dan Seksi 5 SS Pusakanegara-Patimban dengan total sepanjang 22,94 km dikerjakan oleh pemerintah.

“Jalan tol ini nantinya akan melewati 10 kecamatan dan 20 desa yang berada di Provinsi Jawa Barat yang dimulai dari Desa Sawangan, Kecamatan Cipendeuy, yang terkoneksi dengan Jalan Tol Cikopo-Palimanan dan berakhir di Desa Pusakaratu, Kecamatan Pusakanegara, serta terhubung dengan jalan nasional pantai utara (pantura) dan jalan akses non tol menuju Pelabuhan Patimban, " jelas Victor.

Sebagai informasi, induk usaha NRCA, yakni PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) diketahui memiliki proyek di Subang, yakni Subang Smartpolitan. Bahkan SSIA menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,3 triliun pada 2023 yang akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan proyek eksisting Subang Smartpolitan. Selain itu, perseroan menargetkan pendapatan tumbuh hingga 18% tahun depan.

VP Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa Erlin Budiman sempat menjelaskan, capex tersebut akan digunakan oleh perseroan untuk melanjutkan pembangunan Subang Smartpolitan. Proyek Smartpolitan ini ditargetkan rampung pada 2024 dan sudah bisa memberikan pemasukan kepada perseroan.

Baca juga: Bos Bani Beraksi Lagi

“Sisa dari capex akan digunakan oleh perseroan untuk lini bisnis perseroan pada hospitality dan untuk bayar utang,” jelasnya dalam paparan publik virtual, Kamis (15/12/2022).

Sesuai rencana, dana capex digunakan untuk penyelesaian akuisisi lahan dan juga pengerjaan infrastruktur di Subang Smartpolitan. Soal sumber dana, Surya Internusa akan menggunakan dana hasil penjualan pergudangan sebelumnya dengan nilai lebih dari Rp 500 miliar. Apabila dirasa masih kurang maka perseroan akan menggunakan pinjaman bank.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com