Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Armada angkutan Adi Sarana. Foto ilustrasi: IST

Armada angkutan Adi Sarana. Foto ilustrasi: IST

Adi Sarana Siapkan 'Capex' Rp 2 Triliun

Minggu, 5 April 2020 | 17:09 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/ capex) senilai Rp 2 triliun tahun ini. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pembelian armada baru.

Direktur Utama Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto mengatakan, perseroan berniat membeli armada mobil baru sebanyak 6.500-7.000 unit senilai Rp 1,4 triliun tahun ini. Sedangkan, sisanya Rp 600 miliar akan dimanfaatkan sebagai modal anak- anak perusahaan atau bisnis baru seperti express delivery, online car sharing, dan online automotive marketplace,

” Tahun 2020, Adi Sarana tetap fokus ke bisnis rental dan jasa driver, balai lelang, termasuk online marketplace untuk jual beli mobil melalui caroline.id dan logistik end to end, kami akan terus kembangkan bisnis ini di bawah bendera Anteraja,” jelas Prodjo kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.

Prodjo menambahkan, perseroan sangat berhati-hati dalam menyiapkan strategi bisnisnya tahun ini di tengah kondisi ekonomi yang terdampak wabah virus Korona. Perseroan tetap berusaha untuk fokus pada setiap segmen bisnisnya, seperti bisnis rental dan jasa driver, balai lelang yang termasuk online marketplace untuk jual beli mobil melalui caroline.id. Sedangkan, untuk bisnis logistik, perseroan akan terus mengembangkan bisnis tersebut di bawah bendera Anteraja.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, guna mengantisipasi penurunan transaksi lelang otomotif secara fisik akibat Covid 19, perseroan akan memfokuskan pada lelang secara online dimana hal ini sudah berjalan sejak tahun 2019 melalui market place otomotid Caroline.id. Sementara, bisnis logistiknya, melalui Anteraja, akan terus menambah jumlah kurir dan cabang-cabang operasionalnya, baik di Jakarta maupun di luarkota.

Terkait proyeksi kinerja keuangan, dia menjelaskan, Adi Sarana sedang menghitung proyeksi pendapatan dan laba tahun ini. Sebab, kinerja persereoan diperkirakan terdampak ketidakpastian dalam perekonomian Indonesia yang dipicu pandemik Covid-19. Prodjo mengharapkan lini bisnis logistik bisa mendorong kinerja perseroan pada tahun ini.

“Jadi kalau dilihat untuk growth di 2020, masih ada potensi yang sangat besar dari pengiriman delivery ekpress atau kurir karena dampak dari working from home sehingga permintaan pengiriman kurir ekspress lewat Anteraja meningkat drastis,” kata dia.

Terkait Anteraja yang mulai beroperasi pada Maret 2019, menurut dia, telah mencetak volume pengiriman barang sebanyak 100 ribu paket per hari, mencakup 60 kabupaten/kota di Indonesia, serta mencetak pendapatan sebesar Rp 83 miliar tahun 2019. Selain itu, Anteraja menggenjot utilisasi truk atau kendaraan logistik perseroan untuk bisnis express delivery-nya.

Prodjo menargetkan sepanjang tahun 2020, volume pengiriman barang Anteraja dapat mencapai 18-20 juta paket, meningkat lebih dari 200% dibanding tahun lalu sebanyak enam juta paket. “Sebagai perusahaan pengiriman ekspres berbasis teknologi, Anteraja terus meningkatkan konsistensi ASSA dalam industri logistik yang telah lama digeluti serta bertujuan untuk mendukung dan melengkapi sektor e-commerce di Indonesia yang terus berkembang pesat.

Tahun ini, ungkap dia, diharapkan layanan Anteraja mencakup 150 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. “Anteraja akan memaksimalkan performanya dalam memenuhi kebutuhan kirim mengirim tanpa harus keluar rumah yang sangat dibutuhkan di tengah situasi virus Korona seperti sekarang ini,” ungkap Prodjo.

Sebagai informasi, perseroan juga menunda rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang semula diselenggarakan pada Jumat, 3 April 2020 sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. RUPSLB rencananya membahas persetujuan atas perubahan susunan Dewan Komisaris perseroan, lalu rencana perseroan untuk melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) kepada para pemegang saham perseroan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN