Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Air Asia. Foto: airasia.com

Air Asia. Foto: airasia.com

Air Asia akan Rights Issue pada November atau Desember

Gita Rossiana, Senin, 12 Agustus 2019 | 21:37 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Air Asia Indonesia Tbk (CMPP) berencana menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada November atau Desember 2019. Aksi korporasi itu dilakukan untuk memenuhi ketentuan bursa soal batas minimal saham yang beredar di publik (free float) sebesar 7,5%.

“Perseroan juga akan melakukan rights issue untuk melakukan restrukturisasi modal dan ekspansi,” kata Direktur Utama Air Asia Indonesia Dendy Kurniawan kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (12/8).

Head of Corporate Secretary Air Asia Indonesia Indah Permatasari Saugi menambahkan, proses rights issue ini sudah dimulai sejak Juli 2019. Perseroan melakukan beberapa tahap untuk melakukan right issue tersebut yakni proses due dilligence, penyelesaian laporan keuangan audited kuartal II-2019 dan pelaksanaan laporan penilai yang dilakukan oleh pihak eksternal.

Dengan adanya right issue ini, perseroan juga berharap suspensi saham yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia bisa ditangguhkan."Hal ini dengan memperhatikan upaya yang dilakukan perseroan dalam memenuhi public floating," ujar dia dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut, Direktur PT Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli menambahkan, Sinarmas Sekuritas akan bertindak sebagai arranger dalam proses rights issue tersebut. "Kami jadi arranger bersama dengan Mirae (Sekuritas)," jelas dia.

Dalam proses rights issue ini, Kerry maupun Dendy belum bisa menjelaskan nilai rights issue yang akan dilakukan. Namun, kepemilikan saham pemegang saham Air Asia akan terdilusi 60%.

Sampai saat ini, pemegang saham Air Asia Indonesia adalah Air Asia Investment Ltd sebanyak 49,25% dan PT Fersindo Nusaperkasa sebanyak 49,16%. Sisanya dimiliki oleh masyarakat dan pihak lainnya.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham Air Asia Indonesia sejak 5 Agustus 2019. Suspensi dilakukan lantaran Air Asia belum memenuhi ketentuan jumlah saham beredar di publik sebesar 7,5% sesuai dengan aturan bursa. Data BEI menunjukkan, saat ini jumlah saham publik Air Asia hanya 1,59%.

Dalam pengumuman di laman BEI, otoritas bursa sebelumnya telah memberikan peringatan tertulis ketiga dan denda kepada Air Asia Indonesia pada 30 Juni 2019 atas belum terpenuhinya ketentuan free float yang tertuang dalam Peraturan Bursa No 1A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat.

Dalam aturan tersebut, emiten wajib memiliki jumlah saham yang dimiliki pemegang saham non-pengendali dan bukan pemegang saham utama setidaknya 50 juta saham dan minimal 7,5% dari jumlah saham dalam modal disetor.

Adanya aturan ini tujuannya agar saham yang beredar di pasar memiliki kekuatan untuk menentukan indeks, menciptakan fairness dan memberikan gambaran yang riil atas nilai saham yang didapat investor dengan mengecualikan pengendali.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN