Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu geran RS Hermina dari PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).. Foto: IST

Salah satu geran RS Hermina dari PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).. Foto: IST

Akhir 2020, Medikaloka Hermina Incar Net Revenue Rp 4 Triliun

Kamis, 26 November 2020 | 23:59 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) hingga akhir tahun 2020 menargetkan Net Revenue sebesar Rp 4 triliun. Strategi penambahan rumah sakit masih jadi andalan perseroan.

Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategi Medikaloka Hermina Aristo Setiawidjaja menjelaskan, saat ini perseroan tengah membangun empat rumah sakit baru yang berlokasi di Tanjung Priok, Kotabumi serta Manado. Ekspansi ini sejalan dengan permintaan yang terus meningkat, terutama di masa pandemi.

“Sedangkan untuk rumah sakit keempat kami dapatkan dari akuisisi, berlokasi di Karawang,” jelasnya dalam paparan publik virtual, Kamis (26/11).

Aristo menambahkan, dengan penambahan sejumlah rumah sakit tersebut diharapkan pada akhir tahun mendatang perseroan dapat meraup Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization (EBITDA) hingga Rp 1 triliun.

Adapun sejumlah rumah sakit baru tersebut akan menambah jumlah jajaran RS yang dimiliki Hermina dengan total 40 rumah sakit dan  4,770 tempat tidur.

“Hingga saat ini, capex yang kami serap telah mencapai Rp 600 miliar atau setara 90% dari Rp 700 miliar yang disiapkan perseroan pada tahun 2020. Capex ini digunakan untuk pembangunan, akuisisi dan juga penambahan tempat tidur,” ujarnya.

Sedangkan pada tahun ‘2021 mendatang, Aristo menilai, melanjutkan strategi yang sama akan terus dilanjutkan dengan rencana penambahan sebanyak empat rumah sakit.

Untuk memuluskan rencana ini perseroan akan menyiapkan capex sebesar Rp 700-800 miliar yang bersumber dari kas internal. Strategi ini akan didukung dengan peningkatan pelayanan kepada para pasien dengan tetap menjaga keamanan dan staf rumah sakit.

“Lantaran perseroan memproyeksikan pada tahun depan iklim usaha lebih baik ketimbang tahun 2020. Kami confident dapat meraih pertumbuhan hingga double digit dari segi, Income dan EBITDA,” paparnya.

Sementara itu, hingga kuartal-III, emiten berkode saham HEAL tersebut raih kinerja positif dengan mencetak kenaikan laba sebesar 24,56% menjadi Rp 261,65 miliar dibandingkan periode sama 2019.

Pendapatan juga turut bertumbuh 7,46% menjadi Rp 2,88 triliun. Peningkatan ini diraih dari subtotal pendapatan rumah sakit Rp 1,84 triliun dan subtotal rawat jalan Rp 1,01 triliun.

Di sisi lain, menanggapi harga saham perseroan sedang fluktuatif, Medikaloka Hermina memutuskan untuk melakukan pembelian kembali saham/Buyback dengan total nilai Rp 100 miliar. Pembelian kembali saham ini dapat memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang.

Aksi tersebut telah dilakukan sejak tanggal 16 November 2020 lalu dan terus berlanjut hingga 15 Februari 2021. Adapun perkiraan nilai nominal saham buyback maksimal Rp 100 miliar dengan batas harga maksimum Rp 4000 per saham. Sedangkan jumlah saham yang akan dibeli kembali sebanyak Rp 30 juta lembar saham

Aristo menyatakan, aksi ini tidak berdampak terhadap pendapatan perseroan, lantaran perseroan memiliki arus modal kerja dan arus kas yang memadai untuk melaksanakan pembelian kembali saham.

“Dengan buyback ini kami berharap dapat menstabilkan harga yang berfluktuatif saat ini, selain itu saham treasuri dapat dijual dimasa yang akan datang dengan nilai yang lebih optimal jika perseroan membutuhkan penambahan modal,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN