Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
AKR Corporindo.

AKR Corporindo.

AKR Negosiasi dengan Perusahaan Baja Asia

Farid Firdaus, Selasa, 3 Desember 2019 | 19:52 WIB

JAKARTA, investor.id – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bernegosiasi dengan perusahaan dari Asia yang berniat membeli lahan dalam jumlah besar di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Lahan tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi baja tahan karat (stainless steel).

Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu menjelaskan, perseroan melalui PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan calon investor asing tersebut pada 28 November 2019. MoU dilakukan untuk studi kelaikan pendirian fasilitas produksi di JIIPE.

“Mungkin butuh waktu untuk calon investor ini untuk studi kelaikan, sehingga kami memperkirakan proses kesepakatan selanjutnya akan direalisasikan pada tahun depan,” kata Suresh kepada Investor Daily di Jakarta.

Suresh belum dapat menyebut detail jumlah lahan yang diminta dan potensi nilai transaksinya. Selain lahan industri, calon investor tersebut tertarik terhadap kawasan JIIPE karena tersedianya fasilitas yang mereka butuhkan, termasuk pelabuhan dan daya listrik.

“Perusahaan terus melakukan pendekatan dengan berbagai calon investor yang beniat membeli lahan. Sejalan dengan itu, kami juga melanjutkan ekspansi pengembangan kawasan industri,” jelas dia.

Tahun depan, perseroan optimistis permintaan lahan mengalami peningkatan. Hal ini pun sudah terlihat pada tahun ini. Per September 2019, perseroan tercatat membukukan penjualan dan pendapatan tanah kawasan industri dan lainnya sebesar Rp 61,10 miliar, melesat 386% ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya Rp 12,55 miliar.

Seperti diketahui, dalam mengembangkan kawasan JIIPE, saat ini AKR Corporindo tengah mendekati sejumlah investor domesik dan luar negeri untuk membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berkapasitas antara 200-300 megawatt (MW). Perseroan menargetkan mengeksekusi proyek senilai US$ 350 juta tersebut pada Juni-Juli 2020.

Menurut Suresh, perseroan bersama konsultan keuangan sedang melakukan perhitungan terkait skema ekspansi PLTG. Studi kelaikan PLTG tersebut juga masih difinalisasi. Dengan demikian, perseroan belum menetapkan berapa persen saham pada PLTG yang bisa ditawarkan kepada calon mitra strategis.

“Konsultan ini masih melakukan proses beauty contest terhadap calon mitra strategis. Rencananya, pendanaan ekspansi paling banyak dari perbankan,” jelas dia.

Ekspansi PLTG, lanjut dia, seiring dengan aksi perseroan dalam mengembangkan kawasan industri JIIPE tahap dua, yang berjalan selama 2020-2023. Sebelumnya, perseroan telah menyelesaikan pengembangan kawasan tahap pertama seluas 800 ha dengan investasi Rp 5 triliun.

Selain PLTG, lanjut dia, perseroan juga akan menggarap dermaga pelabuhan sepanjang 500 meter pada kawasan industri tahap dua. Adapun, berbagai fasilitas penunjang di kawasan tahap pertama sudah beroperasi penuh. Fasilitas tersebut adalah PLTG 23 MW, pengolahan air limbah, jaringan gas, serta infrastruktur telekomunikasi fiber optik.

“Kami percaya sejalan dengan itu minat investor juga akan meningkat. Pekan lalu, kami sudah tandantangan dengan investor yang purchase land seluas 6 ha,” jelas dia.

Suresh optimistis pra-penjualan lahan sebanyak 10 hingga 12 ha yang ditargetkan perseroan sepanjang tahun ini bisa tercapai. Perseroan menyakini permintaan lahan kawasan industri bakal lebih tinggi pada tahun depan.

Pada November lalu, perseroan telah kedatangan dua tenant baru yang menempati kawasan industri JIIPE, yakni PT Waskita Beton Precast Tbk dan PT Pangan Sari Utama Food Distribution. Sebagai informasi, salah satu tenant besar perseroan saat ini adalah PT Freeport Indonesia, yang tengah membangun smelter baru. Freeport menyewa lahan seluas 103 ha.

“Sekarang status Freeport adalah menyewa, meskipun dalam kontrak terdapat opsi purchase land. Jadi mereka bisa beli lahan suatu saat nanti. Proses pembangunan smelter jauh lebih cepat dari rencana semula,” jelas Suresh.

Seperti diketahui, PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera merupakan hasil joint venture antara AKR Corporindo dengan Pelindo III. Kepemilikan saham masing-masing 60% dan 40%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA