Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik AKR Corporindo. Foto: IST

Pabrik AKR Corporindo. Foto: IST

Anak Usaha AKR Corporindo Divestasi 40% Saham

Nabil Al Faruq, Selasa, 10 September 2019 | 14:23 WIB

JAKARTA, Inveator. Id – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mendivestasi sebanyak 200 unit atau 40% saham milik PT Usaha Era Pratama Nusantara (UEPN) di PT Berlian Manyar Stevedore (BMST). UEPN merupakan anak usaha peraeroan. 

Menurut keterangan resmi Manajemen Perseroan, PT Usaha Era Pratama telah menandatangani akta jual atas seluruh saham yang dimilikinya sebesar 200 saham atau mewakili 40% saham dalam PT Berlian Manyar Stevedore (BMST).

Sebanyak 40% tersebut dijual kepada PT Terminal Petikemas Surabaya dan Koperasi Pegawai Pelabuhan Indonesia III. Dengan nilai transaksi untuk seluruh ekuitas sebesar Rp 266 juta.

Divestasi  saham BMST tersebut dilakukan dengan pertimbangan, bahwa pada saat pendirian BMST direncanakan sebagai perusahaan bongkar muat di terminal pelabuhan Manyar Gresik. Namun, hanya beroperasi kurang lebih 1 tahun.

“Sejak Januari 2017, Berlian Manyar Stevedore pasif dalam melakukan kegiatan usahanya. Hal ini dikarenakan bongkar muat di terminal pelabuhan Manyar Gresik dilakukan langsung oleh  PT Berlian Manyar Sejahtera,” ujar manajemen perseroan melalui keterangan resminya di Jakarta,  Selasa (10/9).

Sebelumnya, AKR Corporindo telah membentuk perusahaan patungan (Joint Venture /JV) dengan PT Pelabuhan Indonesia III  dalam rangka membangun kawasan industri senilai Rp 5 triliun. Proyek kawasan industri tersebut bernama Java Integrated Industrial and Port Estate dengan luas lahan sebesar 3000 hektare (ha).

Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu sebelumnya mengatakan, kawasan industri ini yang berlokasi di Gresik tersebut nantinya sebagai lokasi  industri manufaktur, smelter, bahan kimia, dan barang konsumsi. Nantinya, kawasan industri tersebut akan terkoneksi dengan pelabuhan laut dalam dan jalan tol. 

“Kerjasama ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah Indonesia untuk meningkatkan industri manufaktur yang terbagi dalam tiga tahap, sampai tahap 1 sudah menghabiskan Rp 5 triliun, ” ujarnya.

Lebih lanjut, total lahan seluas 3000 ha akan dibagi menjadi tiga kawasan, yaitu 1,700 ha untuk kawasan industri, 400 ha untuk pelabuhan, dan 800 ha untuk kawasan pemukiman mauoun residensial. Dari segi fasilitias infrastruktur, kawasan indsutri ini akan dilengkapi dengan pelabuhan laut dengan konsesi selama 76 tahun, pembangkit listrik hingga 500 MW, fasilitas pengolahan air bersih, pengolahan limbah, jaringan pipa gas dan fiber optic.

Hingga Juni 2019, AKR Corporindo meraih pendapatan sebesar Rp 9,71 triliun atau turun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 11,21 triliun. Kemudian beban pokok penjualan terkoreksi menjadi Rp 8,87 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 10,39 triliun. Selain itu laba bruto naik tipis menjadi Rp 837,42 miliar dibandingkan laba bruto Rp 823,25 miliar tahun sebelumnya.

Laba usaha perseroan meningkat menjadi Rp 493,25 miliar dibandingkan laba usaha di tahun sebelumnya Rp 485,34 miliar. Kemudian laba dari operasi yang dilanjutkan sebelum pajak penghasilan menurun menjadi Rp 450,29 miliar dibandingkan periode tahun sebelumnya yaitu Rp 460,78 miliar.

Sedangkan total aset yang didapatkan oleh perseroan sebesar Rp 19,04 triliun untuk periode 30 Juni 2019, pendapatan tersebut turun dari periode 31 Desember 2018 sebesar Rp 19,94 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA