Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Panen sawit di kebun Astra Agro. Foto: Astra Agro

Panen sawit di kebun Astra Agro. Foto: Astra Agro

Astra Agro Lestari Terapkan Digitalisasi

Selasa, 4 Mei 2021 | 20:47 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terus mengembangkan  program digitalisasi tahun ini. Digitalisasi diterapkan sebagai strategi perseroan menjalankan operasional secara efisien di tengah terbatasnya mobilitas akibat pandemi Covid-19.

“Digitalisasi yang dikembangkan Astra Agro memungkinkan perseroan mendapatkan data operasional dari site untuk dikelola di kantor pusat lewat aplikasi sehingga akitivitas tetap dapat dijalankan sesuai standar operating procedure (SOP),” tutur Investor Relations Astra Agro Lestari, Fenny A Sofyan kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Fenny menambahkan, data yang dihimpun, dikumpulkan, dan dikelola di Operation Centre Astra Agro (OCA) memudahkan manajemen mengambil keputusan secara lebih cepat berdasarkan analisa akumulasi data tersebut.

Perseroan, menurut Fenny Sofyan, benar-benar fokus menggunakan proses monitoring melalui digitalisasi proses kerja. Secara bertahap, digitalisasi akan dilakukan terhadap semua proses produksi, dari mulai panen, transportasi, sampai pengelolahan di pabrik kelapa sawit (PKS).

“Tahun ini kami akan memasuki proses perawatan massal. Kami membutuhkan tenaga kerja cukup banyak dan harus tetap bisa mengontrol produktivitas dengan baik sehingga dapat mengendalikan cost,” papar dia.

Dari sisi produktivitas, kata Fenny, Astra Agro tahun lalu meluncurkan tiga bibit unggul. Ketiga bibit ini merupakan hasil riset tim R&D perseroan selama 10 tahun dan sudah mulai bisa diaplikasikan di area penanaman kembali (replanting).

Dia menjelaskan, produktivitas bibit-bibit unggul tersebut mencapai 30 ton per ha per tahun dan menghasilkan minyak 9 ton per ha per tahun. “Kami juga akan replanting tanaman-tanaman setiap tahunnya di 2,5% kebun kami atau sekitar 5.000-6.000 ha secara bertahap sepanjang tahun. Tahun ini, perseroan juga akan mengembangkan partnership,” ujar dia.

Kinerja Positif 

Fenny Sofyan mengungkapkan, Astra Agro optimistis mampu mempertahankan kinerja positif tahun ini, termasuk dalam aspek produksi. Meski pandemi belum berlalu, perseroan menjamin operasional di semua perkebunan perusahaan berjalan normal dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut Fenny, permintaan terhadap minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya di pasar global dan domestik yang tinggi diperkirakan mampu menjaga stabilitas harga tahun ini.

Namun, kata dia, ada tantangan lain yang harus dihadapi, yaitu pengenaan bea keluar (BK) atau pajak ekspor (PE) dan pungutan ekspor (CPO fund) yang ditetapkan dengan tarif progresif. Dengan total tarif BK dan pungutan yang mencapai US$ 371 per metrik ton, harga CPO tidak sepenuhnya dinikmati perusahaan.

“Kami tentu saja berharap lebih baik dari tahun lalu. Semuanya bergantung harga. Tapi kami optimistis karena haga pada kuartal I tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu,” ucap dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN