Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proses sorting Edamame beku sebelum pengemasan. (Ist)

Proses sorting Edamame beku sebelum pengemasan. (Ist)

Austindo Nusantara Ekspansi Bisnis ke Jepang

Selasa, 11 Mei 2021 | 22:30 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) melalui anak usahanya, PT Gading Mas Indonesia (GMIT) memperluas pasarnya ke Jepang untuk produk edamame beku. Ekspansi bisnis ini dilakukan bekerja sama dengan Asia Foods Group.

Berdasarkan keterangan tertulis, Selasa (11/5), perseroan bekerja sama dengan Asia Foods Group telah memulai ekspor edamame beku, ditandai dengan pengiriman sebesar 21 ton ke pasar Jepang pada akhir April lalu.

Asia Foods Group merupakan perusahaan yang berpengalaman di bidang pengolahan dan penjualan edamame beku, dan menjadi salah satu pelaku utama di pasar ekspor edamame seperti Jepang, Amerika Serikat (AS), Australia dan saat ini sedang menjajaki pasar Eropa.

COO Asia Foods Group, Lin Chu Hong (Koji) mengatakan, Indonesia memiliki iklim tropis yang cocok untuk budidaya edamame. “Saya yakin melalui pengalaman serta jaringan klien di beberapa negara, kami mampu membawa GMIT ke tingkat yang lebih tinggi dalam model bisnis pertanian yang berkelanjutan, serta mendorong kami untuk memimpin industri ini di masa depan,” ujar dia.

Koji menambahkan, pihaknya bangga dapat berinvestasi dan berbisnis di Indonesia serta berkolaborasi dengan Austindo Nusantara Jaya melalui GMIT untuk mencapai impian bersama. Dalam kerja sama ini, Asia Foods Group berbagi pengetahuan teknis, termasuk dalam pendirian pabrik pembekuan edamame dan ekspansi pasar di wilayah Asia Pasifik.

Presiden Direktur Gading Mas Indonesia, Erwan Santoso mengatakan, Jepang merupakan negara tujuan ekspor yang sangat memperhatikan food safety sehingga traceability untuk setiap pangan yang diedarkan menjadi persyaratan yang dipenuhi. Dalam hal ini, Edamame yang diekspor pun harus memiliki kualitas yang baik. Menurutynya, terdapat berbagai tingkatan kualitas edamame. Adapun edamame yang tidak memenuhi kualitas ekspor akan diolah menjadi produk olahan edamame.

“Apabila ekspor edamame ini berjalan dengan baik, diharapkan target ekspor akan meningkat setiap tahunnya. Karena itu, kami berupaya untuk menghasilkan benih yang baik serta mengajak lebih banyak petani lokal untuk bermitra dengan GMIT,” ujar dia.

Adapun kemitraan dengan petani yang dilakukan adalah memberikan pendampingan selama masa tanam dan panen agar bisa menghasilkan edamame yang berkualitas, kemudian GMIT memberinya dari petani dan memasarkan produk tersebut baik untuk pasar ekspor maupun domestik.

Saat ini kapasitas produksi pabrik GMIT mencapai 6 ribu ton per tahun, dengan Jepang sebagai tujuan ekspor utama karena pasar edamame beku di Jepang telah berkembang dengan baik. Selain itu, Austindo Nusantara Jaya juga berencana melakukan ekspansi pasar ke AS dan Kanada.

Sebagai informasi, perseroan telah memulai bisnis sayuran sejak tahun 2015 melalui anak usahanya yakni GMIT yang berlokasi di Jember, Jawa Timur. GMIT saat ini membudidayakan dan memproduksi edamame.

Sebelum merambah pasar ekspor, GMIT telah memproduksi edamame segar yang dipasarkan di dalam negeri, seperti Bali, Jawa Timur, Jakarta, dan Jawa Tengah. Hingga akhir 2020 produksi edamame segar meningkat 32,5% dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 710 ton menjadi 941 ton.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN