Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pegawai melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pegawai melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

BEI Suspensi Saham Pelangi Indah Canindo

Nabil Al Faruq, Selasa, 10 September 2019 | 11:54 WIB

JAKARTA, Investor. Id – Bursa Efek Indonesia (BEI)  mengentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) sejak perdagangan hari ini atau 10 September 2019.

Menurut keterangan resmi BEI, suspensi akibat adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan atas saham PICO dalam beberapa hari terakhir. Sebab itu, saham perseroan diberhentikan di pasar reguler dan pasar tunai pada hari ini.

Sebelumnya pada 5 September 2019, perdagangan saham PICO juga pernah diberhentika sementara oleh BEI dengan alasan serupa. BEI memutuskan mensuspensi saham perseroan dalam rangka cooling down. Kemudian pada tanggal 6 September 2019, saham perseroan di perdagangkan kembali.

Pada penutupan perdagangan saham di BEI kemarin,  harga saham PICO  ditutup naik hingga Rp 3,930 dengan market capital sebesar Rp 2,23 triliun. Sedangkan awal bulan ini harga saham PICO berada di level Rp 3.150.

Sebagai informasi, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan menjadi Rp 791,38 miliar tahun ini. Sedangkan realisasi hingga semester I-2019 telah mencapai Rp 407,5 miliar atau setara dengan 52% dari target tahun ini.

Corporte Secretary Pelanggi Indah Anton Hidayat mengatakan, perseroan berhasil membukukan kinerja keuangan semester I-2019 dengan catatan cemerlang yang ditunjukkan dengan tingkat pertumbuhan penjualan sekitar 14,59%.

Melihat realisasi kinerja tersebut, dia mengatakan, perseroan optimistis mampu untuk memenuhi target pertumbuhan penjualan menjadi Rp 791,38 miliar tahun ini, setelah 52% dari target sudah terealisasi pada semester I-2019.

Selain itu, perusahaan telah membagian deviden sebesar Rp 5 per saham pada 19 Juli 2019. "Kami berharap, pembagian deviden tersebut mampu meningkatkan kepercayaan publik, khususnya investor pada perseroan," ujarnya 

Terkait ekspansi, Anton mengatakan, Pelangi Indah berencana untuk melakukan penambahan pabrik baru di Marunda, Jakarta Utara. Kehadiran pabrik ini bisa memangkas biaya pengiriman yang awalnya Rp 10.000/unit menjadi Rp 4.000. Pabrik baru akan melayani permintaan drum steel Pertamina di wilayah Pelumpang, Jakarta Utara.

Saat ini, perseroan baru memiliki pabrik saat di Jatiuwung, Cikupa-Tanggerang, dan Cilacap. Pabrik tersebut memproduksi pengemasan drum berbahan baja dan pengemasan drum berbahan plastik.

Pelangi Indah Canindo mulai mengembangkan usahanya di Indonesia sejak 1983 sebagai produsen pail can dan general can dalam berbagai ukuran. Kemudian perseroan mengembangkan produk steel drum untuk kebutuhan industri.

Perkembangan yang pesat tersebut mendorong Pelangi Indah mendiversifikasi basis industrinya pada produk tabung LPG (cylinder tank) pada 1994. Tahun 2000, mulai mengekspor ke Australia, Vietnam, Bangladesh, dan negara-negara lainnya. Tahun 2006, perseroan mulai memproduksi tabung LPG ukuran 3 kg untuk keperluan program koversi gas yang mulai dicanangkan pemerintah Indonesia. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA