Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melintas di lobi BEI, Jakarta. Foto:  B1/UTHAN A RACHIM

Pengunjung melintas di lobi BEI, Jakarta. Foto: B1/UTHAN A RACHIM

BEI-OJK Bahas Sanksi Anggota Bursa yang Terlibat Kasus Jiwasraya

Rabu, 15 Januari 2020 | 16:16 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -  PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membicarakan lebih lanjut bersama Otoritas Jasa Keuangan terkait sanksi terhadap anggota bursa yang terlibat dalam kasus investasi PT Asuransi Jiwasraya.

“Kalo sanksi akan kita bicarakan bersama, kalo sanksi ranahnya ada di otoritas yang lain,” ungkap Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono Widodo seusai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi XI DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/1).

Sebagai informasi, Komisi XI menggelar RDPU dengan BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) pada Rabu (15/1) pukul 10.00 WIB. Namun saat ditanya mengenai hasil pertemuannya dengan Komisi XI, Laksono tak bisa menjelaskan secara rinci.

“Pertanyaannya umum dari a sampai z. Macam-macam pertanyaannya. Saya tak berhak untuk mengungkapkan di depan publik,” kata dia.

Adapun sebelumnya Kejaksaan Agung telah menggeledah 13 perusahan yang diduga terlibat dalam skandal ini, di antaranya 11 manajer investasi (MI). Empat di antaranya telah disebutkan, seperti PT Pool Advista Asset Management, PT Corfina Capital, PT Millenium Capital Management, dan PT Jasa Capital Asset Management. 

Kemudian terdapat satu emiten, yakni PT Hanson International Tbk dan satu anggota bursa atau perusahaan sekuritas, yaitu PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Penggeledahan itu menghasilkan penyitaan sejumlah dokumen dan perangkat komputer sebagai barang bukti.

Disisi lain, Laksono menyatakan bahwa BEI telah memiliki mekanisme sendiri terkait dengan saham-saham yang bergerak tak wajar. “Memang kita ada segala macam aturan mengenai Unsually Market Activity (UMA), kami juga melakukan suspensi, kami melakukan anotasi khusus. Sebenarnya kami mempunyai rambu-rambu yang apabila diikuti dengan baik mestinya akan cukup memberikan guidance buat para investor untuk memilih saham-saham yang ada," jelas dia.     

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur KSEI Syafruddin mengatakan, semua transaksi yang terjadi dalam pasar modal tercatat dalam KSEI, sehingga peran regulator juga sudah berfungsi dengan baik. “KSEI itu hanya mencatat kalau ada transaksi, semua itu tercatat ada perpindahan sahamnya,” ujarnya. 

Syafruddin menambahkan, keputusan investasi sangat tergantung dari kebijakan investasi seseorang ataupun lembaga. ”Semua informasi sudah di disclose. Silahkan investor memutuskan keputusan investasinya berdasarkan informasi yg sudah lengkap kita sampaikan," kata dia.

Termasuk, lanjutnya, jangan sampai lembaga yang ada melanggar kebijakan investasinya. "Kalau ada lembaga, menyalahi kebijakan investasinya, kami kan tak tahu kebijakan investasinya seperti apa,” pungkas dia.

Editor : Elly Rahmawati (ely_rahmawati@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN