Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek rumah tapak mewah

Salah satu proyek rumah tapak mewah

Bidik Segmen Menengah, PPRO Akan Rilis Tiga Proyek Rumah Tapak

Mashud Toarik, Kamis, 13 Februari 2020 | 08:14 WIB

JAKARTA, investor.id – Emiten yang bergerak di sektor properti, PT PP Properti Tbk (PPRO) berencana merilis sejumlah produk rumah tapak (landed house) untuk meningkatkan kinerja keuangan pada tahun ini.

Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat menjelaskan, pengembangan pada produk landed house dilatari oleh tingginya minat pasar saat ini. Selain itu menurutnya pembangunan landed house terhitung lebih cepat sehingga dapat mempercepat cash in Perseroan.

“Hal ini sesuai dengan aturan PSAK 72, dimana pengakuan pendapatan baru akan dicatat pada saat serah terima” ujar Taufik dalam keerangan tertulisnya Kamis, (13/2/2020).

Adapun proyek landed house yang akan di launching tersebut berlokasi di Rancasari Bandung, Transyogi-Cibubur dan Cengkareng-Jakarta Barat. Menurutnya lokasi-lokasi ini terbilang strategis sehingga akan meningkatkan minat dari konsumen.

“Jumlah unit yang ditawarkan masing-masing proyek adalah sekitar 536 unit, 607 unit, dan 179 unit yang akan dikerjakan dalam beberapa fase,” urainya.

Pengembangan landed house ditargetkan untuk pasar kelas menengah dengan menawarkan kisaran harga yang terjangkau sekitar Rp800 juta dengan mengusung konsep millenial. Lokasi-lokasi landed house yang ditawarkan sangat dekat dengan moda transportasi umum dan toll gate.

Diketahui saat ini, PPRO memiliki total landbank seluas 300-310 hektare di seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya sudah akan dikembangkan. Dengan jumlah landbank tersebut, Perseroan yakin pengembangan proyek dapat dilakukan lebih dari 30 tahun ke depan.

Adapun, target pendapatan Perseroan tahun ini dipatok sekitar Rp 3,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp346 miliar. Pihaknya meyakini target ini dapat dicapai karena ditopang oleh proyek residensial, serta pendapatan berulang yang diperoleh dari Mall dan Hotel.

“Kami yakin proyek-proyek landed house ini akan sukses terjual seluruhnya sehingga akan mendukung target marketing sales Perseroan yang dipatok mencapai sekitar Rp 3,8 triliun pada tahun ini. Apalagi, dengan berakhirnya tahun politik, kami berharap permintaan properti akan kembali meningkat. Selain landed house, PPRO tetap melanjutkan pengembangan apartemen yang sedang berjalan”, ujar Taufik.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA