Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BRI. Foto: DAVID

Bank BRI. Foto: DAVID

BRI Kembali Jajaki Divestasi BRI Life

Farid Firdaus, Sabtu, 28 Maret 2020 | 07:00 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dikabarkan akan melepas kepemilikan sahamnya pada PT Asuransi BRI Life dengan potensi nilai hingga US$ 500 juta. Sejumlah calon investor strategis seperti FWD Group Ltd dan BNP Paribas Cardif SA dilaporkan berminat mengakuisisi saham minoritas  BRI Life.  

Berdasarkan laporan Bloomberg, perusahaan keuangan global lain seperti Prudential Plc dan Samsung Life Insurance Co juga turut mempertimbangkan penawaran menjadi mitra strategis BRI Life.

“Transaksi ini juga direncanakan melibatkan kerja sama bancassurance, yang memungkinkan perusahaan asuransi menjual produknya melalui kantor cabang bank,” kata sumber Bloomberg, Jumat (27/3).

Secara terpisah, Direktur Keuangan Bank BRI Haru Koemahargyo enggan berkomentar saat dihubungi Investor Daily.

Rencana BRI melepas BRI Life ini menjadi yang ketiga kalinya, setelah rencana divestasi sempat dilaporkan pada 2016 dan 2018. Adapun, pada 2018, manajemen BRI menyatakan tidak dapat melakukan divestasi pada BRI Life lantaran berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyertaan modal harus bersifat jangka panjang, dengan jangka waktu penyertaan minimal lima tahun.

Seperti diketahui, BRI Life resmi menjadi anak usaha BRI pada 29 Desember 2015. Ketika itu, BRI Life ditujukan untuk menjadi salah satu pilar pertumbuhan BRI Group dalam menyediakan layanan keungan terintegrasi sesuai rancangan bisnis bank.

Saat ini, BRI tercatat menguasai 91% saham BRI Life, yang semula bernama PT Asuransi Jiwa Sejahtera. Perusahaan ini didirikan oleh Dana Pensiun BRI pada 29 Oktober 1987.

BRI Life membukukan pertumbuhan aset 19,1% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 11,14 triliun sepanjang 2019.  Sementara pendapatan premi tumbuh 19,4% yoy menjadi Rp 5,24 triliun dan hasil investasi naik 17,1% menjadi Rp 554 miliar.

Tahun lalu, Bank BRI mengambil alih saham PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur (BRINS) sebesar Rp 1,04 triliun. Nilai tersebut setara 90% yang diambil alih dari Dana Pensiun (Dapen) BRI. Dengan begitu, BRI memiliki delapan anak usaha, termasuk BRI Life, BRI Agro, BRI Syariah, BRI Finance, BRI Ventures, Danareksa Sekuritas, dan BRI Remittance.

Setiap tahun, BRI juga berkomitmen mendorong pertumbuhan non-organik termasuk untuk tambahan modal perusahaan anak. Tahun 2020, perseroan setidaknya menyediakan Rp 2-3 triliun khusus untuk tambahan modal di perusahaan anak dengan tujuan penguatan permodalan untuk pengembangan usaha masing-masing seperti investasi, pembiayaan, dan lain-lain.

Pada 2019, total aset dari perusahaan anak BRI mencapai Rp 82 triliun yang lebih dari setengahnya merupakan aset BRI Syariah sebesar Rp 43,23 triliun, dan BRI Agro sebesar Rp 27,14 triliun.

Rekomendasi Saham

Bank BRI diperkirakan menghadapi sentimen negatif perlambatan ekonomi global yang dipicu oleh pandemi Virus Korona (Covid-19). Kondisi ini bakal mengakibatkan perlambatan permintaan kredit. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) sejumlah emiten bank diprediksi meningkat.

Sebelumnya, Analis Maybank Kim Eng Sekuritas Rahmi Marina mengungkapkan, peluang pelemahan permintaan kredit dipengaruhi oleh perkiraan penurunan konsumsi dan aktivitas bisnis setelah ekonomi global terpengaruh pandemi Covid-19.

Permintaan kredit ekspansi BRI juga diasumsikan lebih rendah tahun ini dan pemulihan diperkirakan cenderung mendatar hingga tahun depan. Berdasarkan perhitungan Maybank Kim Eng Sekuritas bahwa rata-rata pertumbuhan kredit PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) diperkirakan sebesar 7,5% tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu sekitar 8,8%.

Kondisi tersebut bisa berimbas pada pemangkasan target pertumbuhan laba emiten perbankan berkisar 1-16% tahun ini. “Meski demikian, berdasarkan hasil uji coba dengan skenario perlambatan ekonomi tersebut, BRI kemungkinan menjadi bank yang terdampak paling minim di antara sejumlah bank besar yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI),” tulis Rahmi.

Maybank Kim Eng Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 3.900. Pada perdagangan Jumat (27/3), saham BBRI bertengger pada posisi Rp 3.230.


 

,

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN