Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Buana Lintas Lautan Tbk. Foto ilustrasi: bull.co.id

PT Buana Lintas Lautan Tbk. Foto ilustrasi: bull.co.id

Buana Lintas Jajaki Akuisisi Perusahaan Batu Bara

Thereis Love Kalla, Rabu, 14 Agustus 2019 | 09:15 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) berencana mengakuisisi perusahaan batu bara pada tahun ini. Aksi korporasi tersebut karena dilatarbelakangi peraturan Kementerian Perdagangan yang mendukung industri pelyaran.

Direktur Utama Buana Lintas Lautan Wong Kevin mengatakan, pihaknya masih belum bisa menjelaskan secara detail akuisisi tersebut, karena masih dalam proses penjajakan.

“Kami masih menjajaki kemungkinan yang ada, apakah berupa investasi langsung atau kerja sama dengan perusahaan lain, atau pun akuisisi. Namun kalau ada kesempatan, perseroan lebih baik mengambil peran yang lebih signifikan daripada cuma sedikit,” ujar Kevin di Jakarta, Selasa (13/8).

Kevin menjelaskan, selain rencana akuisisi, kinerja perseroan pada semester I-2019 diperkirakan tumbuh positif. Peningkatan tersebut juga didorong oleh peraturan kementerian perdagangan terkait industri pelayaran.

Dalam Peraturan Kementerian Perdagangan nomor 82 tahun 2017, terdapat aturan yang mewajibkan penggunaan kapal yang dikendalikan perusahaan pelayaran Indonesia untuk pengangkutan ekspor batu bara dan kelapa sawit, cukup mendukung peningkatan kegiatan usaha perseroan.

“Peraturan itu dampaknya sangat besar, kami lihat sebagai suatu kesempatan bagaimana perseroan bisa ikut berpartisipasi dalm mendukung peraturan pemerintah itu,” kata dia.

Meskipun perseroan belum mempublikasikan laporan keuangannya, Kevin menyatakan bahwa pada semester I-2019, perseroan telah melakukan kinerja yang cukup baik, yang ditunjukkan dengan peningkatan dibandingkan periode sama tahun lalu. “Kami optimistis pada semester I tahun ini, kinerja menunjukkan peningkatan, dan akan terus bertumbuh sampai akhir 2019,” ujar dia.

Hingga saat ini, lanjutnya, proyek dalam negeri masih menjadi sumber pendapatan terbesar perseroan, yang berasal dari kontrak Pertamina sebesar 83%.

Menurut Sekretaris Perusahaan Buana LIntas Lautan Natassha Yunita, pendapatan perseroan sebesar 93% berasal dari kontrak. “Pertamina berkontribusi 83%. Sisanya dari Epson, Petrochina, dan Chemchina yang juga sudah kerja sama tapi memang kecil,” kata dia.

Sementara itu, memasuki semester II 2019, perseroan juga optimis lebih baik dari semester sebelumnya karena pengaruh dari peningkatan tarif tambang. Lebih lanjut perseroan menargetkan sampai akhir tahun ini akan menambah delapan sampai sembilan kapal.

“Hingga saat ini sudah ada empat kapal yang sudah tiba di perseroan, dan kami sudah fix untuk membeli 2 kapal lagi di semester II,”ujar Kevin. 

Natassha menambahkan, pada tahun depan perseroan berencana akan melakukan pembelian kapal lagi. Hal ini untuk menjaga konsistensi perseroan untuk menambah armada kapal.

“Justru dengan penambahan kapal kemampuan keuangan kami meningkat, dan risiko menurun,” ujar dia.

Perseroan telah merealisasikan sebesar 50% anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sampai semester I-2019. Kevin menuturkan bahwa capex  sebesar Rp 1,5 triliun akan mencukupi kegiatan usaha perseroan sampai akhir tahun.

Global Bond

Sebelumnya perseroan berencana menerbitkan surat utang dengan tingkat bunga sebesar 6,5%-12,5% dengan jangka waktu 5 tahun. Terkait rencana kapan waktu penerbitannya, menurut Kevin, perseroan masih mengamati pasar untuk menerbitkan surat utang tersebut. Pasalnya akhir–akhir ini banyak emiten yang mengalami potensi default.

“Kami masih memantau pasar, memang kalau global bond tergantung pasar juga ya, mungkin seperti diketahui akhir-akhir ini permasalahan trade war masih menguat, dan ada beberapa masalah dari beberapa obligasi dalam negeri,” kata Kevin.

Berdasarkan prospektus perseroan, tujuan penerbitan  untuk meningkatkan likuiditas, diversifikasi pendanaan, dan memperoleh pendanaan lebih panjang dengan bunga tetap. Rencananya perseroan akan menjaminkan 10 anak usaha yakni PT Berlian Dumai Logistik, PT Citrine Maritime, PT Diamond Maritime, PT Emerald Maritime, PT Gemilang Bina Lintas Tirta, PT Nusa Bhakti Jayaraya, PT Pearl Maritime, PT Ruby Maritime, PT Sapphire Maritime dan PT Topaz Maritime. 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN