Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tambang batu bara Bukit Asam. Foto: UTHAN

Tambang batu bara Bukit Asam. Foto: UTHAN

Bukit Asam Kembali Tutup Anak Usaha

Selasa, 4 Mei 2021 | 13:38 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali menutup  anak usahanya. Kali ini, yang ditutup dan dilikuidasi adalah PT Bukit Energi Metana (PT BEM), entitas anak usaha yang dimiliki Bukit Asam secara langsung dengan kepemilikan 99,99%. PT BEM bergerak di bidang penambangan gas metana batu bara. Sejak didirikan pada 2007, PT BEM belum beroperasi komersial.

Pada Maret lalu, Bukit Asam juga menutup dan melikuidasi cucu usahanya di Singapura, Anthrakas Pte Ltd. Anthrakas menggeluti bisnis perdagangan batu bara. Perusahaan ini beroperasi secara komersial sejak 2014. Namun, pada 2020 dan 2021 tidak ada aktivitas usaha yang dilakukan Anthrakas.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Apollonius Andwie dalam keterbukaan informasi, Selasa (4/5), mengungkapkan, PT BEM didirikan pada 12 November 2007 dengan struktur kepemilikan Bukit Asam sebesar 99,99% dan Yayasan Bukti Asam 0,01%. Per 31 Maret 2021, PT BEM memiliki total aset senilai Rp 51,12 juta (unudited).

“Penutupan dilakukan sehubungan dengan rencana restrukturisasi atau perampingan grup perseroan dalam rangka transformasi menjadi perusahaan yang agile,” tutur dia.

Dia menambahkan, rapat umum pemegang saham (RUPS) PT BEM telah menyetujui penutupan perusahaan tersebut sebagaimana termaktub dalam akta pernyataan keputusan di luar RUPS PT BEM yang dibuat di hadapan notaris pada 30 April 2021.

Dengan kepemilikan saham langsung sebesar 99,99%, menurut Apollonius Andwie, investasi Bukit Asam di PT BEM bernilai Rp 749,9 juta. “Dengan memperhatikan ekuitas perseroan yang per 31 Maret 2021 (unaudited) mencapai Rp 17,57 miliar maka penutupan PT BEM tidak termasuk transaksi material,” papar dia.

Alasan penutupan PT BEM sama persis dengan Anthrakas Pte Ltd. Anthrakas merupakan anak perusahaan PT Bukit Asam Prima (PT BAP). BAP menguasai 100% saham Anthrakas. Adapun PT BAP dimiliki Bukit Asam dengan porsi kepemilikan 99,99%. Sisa saham PT BAP sebesar 0,01% dimiliki Yayasan Bukit Asam. Dengan demikian, Anthrakas adalah cucu usaha Bukit Asam.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN