Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu tambang emas. Foto ilustrasi: IST

Salah satu tambang emas. Foto ilustrasi: IST

Bumi Minerals Jajaki Aliansi Bisnis dengan Amman dan Freeport

Farid Firdaus, Rabu, 6 November 2019 | 19:52 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membuka peluang kerja sama strategis dengan PT Amman Mineral dan PT Freeport Indonesia dalam pengolahan tembaga. Berbagai opsi dikaji, mulai dari pembentukan usaha patungan (joint venture/JV) hingga pembangunan smelter bersama.

Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Minerals Muhammad Sulthon mengatakan, pengembangan tambang tembaga anak usaha perseroan, PT Gorontalo Minerals, telah melewati sejumlah proses. Semula, ada dorongan pemerintah kepada perusahaan tambang mineral untuk saling bekerja sama.

Selama 2013-2014, perseroan menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan PT Nusantara Smelting untuk mengembangkan kerja sama, yakni memasok konsentrat tembaga ke fasilitas peleburan dan pemurnian yang akan dibangun oleh Nusantara Smelting.

“Ketika itu, kami sepakat untuk memasok konsentrat apabila mereka mau mendukung pendanaan di Gorontalo Minerals. Namun, sampai saat ini pendanaan tersebut belum turun,” jelas Sulthon di Jakarta, Rabu (6/11).

Selanjutnya, kata Sulthon, perseroan juga meneken MoU untuk tujuan serupa dengan PT Indosmelt. Pihaknya mengakui, komitmen pendanaan dari Nusantara Smelting masih terkatung-katung. Sementara, komitmen pendanaan dari Indosmelt masih diupayakan.

Di luar MoU tersebut, lanjut dia, perseroan berusaha untuk tidak terlalu bergantung pada smelter yang dibangun pihak ketiga. Alhasil, perseroan punya inisiatif untuk memproses bijih tembaga jenis oxide menjadi copper chatode dengan menggunakan sebuah metode bernama sulphuric acid leaching.

Metode ini memungkinan perseroan untuk mengolah bijih tembaga tanpa harus membangun smelter. Dengan demikian, perseroan bisa melakukan eskpor produk jadi tembaga ke pasar luar negeri dan tidak melanggar hukum. Selama ini, yang tidak dibolehkan oleh pemerintah adalah ekspor konsentrat.

Presiden Direktur Bumi Resources Minerals Suseno Kramadibrata mengatakan, perseroan saat ini tengah melakukan studi kelaikan terhadap metode tersebut. Pihaknya masih membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan untuk mengetahui apakah metode ini layak dan visible berserta nilai investasinya.

“Kalau ternyata opsi pengolahan ini tidak memungkinkan, maka kami akan memilih opsi kerja sama. Saya belum bisa menentukan opsi mana sebelum FS selesai,” pungkas dia.

Lantaran Bumi Resources Mineral tergabung dalam Indonesia Mining Association, maka terdapat peluang kerja sama baru dengan perusahaan-perusahaan besar, seperti Amman Mineral dan Freeport Indonesia.

Menurut Sulthon, pihaknya memilih Amman karena perusahaan tersebut memiliki cadangan tembaga yang besar. Salah satu skema kerja sama yang didiskusikan adalah membangun smelter ataupun JV.

Karena melibatkan tiga pihak yang memiliki lokasi tambang di tiga lokasi berbeda, maka pilihan lokasi smelter tersebut antara Kalimantan, Sulawesi, atau Sumbawa. “Selain cadangan yang besar, Amman cocok menjadi mitra karena saat ini mereka sedang masa konstruksi tambang di Blok Elang, Sumbawa Barat,” ujar dia.

Sebagai informasi, Gorontalo Minerals memiliki hak konsesi kontrak karya seluas 24.995 hektare yang terletak di kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Studi kelaikan pada proyek Sungai Mak telah disetujui oleh pemerintah Indonesia pada 2014.

Proyek Palu

Lebih lanjut, Bumi Resources Minerals segera masuk ke tahap produksi emas pada proyek anak usahanya, PT Citra Palu Minerals. Pada tahun pertama produksi yakni 2020, perseroan menargetkan 100 ribu ton bijih emas, dan diharapkan naik menjadi 180 ribu ton bijih pada tahun berikutnya.

Direktur dan Investor Relation Bumi Resources Minerals Herwin Hidayat menerangkan, perseroan akan berkerjasama dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk mengolah bijih emas perseroan dari tambang Puboya menjadi dore bullion di fasilitas smelter Antam di Pulo Gadung, Jakarta. Nantinya, dore bullion ini akan diproses lagi menjadi emas batangan. “Begitu sudah jadi emas batangan, kita bisa langsung menjual di pasar domestik seperti pegadaian, atau ke pasar luar negeri,” kata dia.

Seperti diketahui, perseroan melalui PT Citra Palu Minerals memiliki hak konsesi pertambangan seluas 85.180 ha di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Cadangan bijih pada Citra Palu sebanyak 3,9 juta ton. Adapun, izin konstruksi dan produksi perseroan telah disetujui oleh pemerintah pada November 2017 dengan masa konstruksi tiga tahun serta periode produksi 30 tahun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA