Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bumi Resources.

Bumi Resources.

Bumi Resources Bayar Bunga Pinjaman US$ 3,8 Juta

Jumat, 16 Oktober 2020 | 18:59 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melakukan pembayaran bunga pinjaman tranche A yang kesebelas senilai US$ 3,8 juta. Dengan pembayaran ini, Bumi Resources sudah membayar total pinjaman sebesar US$ 331,6 juta.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan, total pembayaran senilai US$ 331,6 juta terdiri atas pokok tranche A senilai US$ 195,8 juta dan bunga sebesar US$ 135,8 juta. "Pembayaran bunga termasuk bunga akrual dan bunga yang belum dibayar (back interest)," kata dia dalam keterangan resmi, Jumat (16/10).

Adapun pembayaran berikutnya untuk tranche A akan jatuh tempo pada Januari 2021. Dileep mengungkapkan, untuk kupon PIK dari 11 April 2018 hingga 16 Oktober 2020 untuk tranche B dan tranche C juga mulai dikapitalisasi.

Sementara, hingga semester I-2020, Bumi Resources mencatat penjualan batu bara sebanyak 41,2 juta ton. Penjualan ini relatif stabil dibandingkan periode sama tahun lalu. Sedangkan produksi perseroan mencapai 41 juta ton, naik 5% dari sebelumnya 39,1 juta ton. "Penjualan batu bara Bumi Resources terdiri atas penjualan dari anak usahanya, PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebesar 29,5 juta ton dan PT Arutmin Indonesia sebesar 11,6 juta ton," jelas Dileep.

Namun, realisasi rata-rata harga batu bara yang lebih rendah menggerus keuntungan dan pendapatan Bumi Resources. Realisasi harga penjualan batu bara hingga Juni 2020 mencapai US$ 46,9 per ton, lebih rendah 12% dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 53,2 per ton. 

Alhasil, pendapatan Bumi Resources menurun 13% menjadi US$ 1,97 miliar hingga semester I-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 2,27 miliar. Kemudian, perseroan membukukan rugi bersih US$ 87,17 juta, berubah dari posisi laba bersih pada semester I-2019 sebesar US$ 80,7 juta. 

Dileep mengatakan, realisasi harga batu bara yang turun tajam dipicu oleh permintaan yang tidak stabil dari Tiongkok, India, dan sebagian besar Asia karena adanya pandemi Covid-19. Kendati demikian, perseroan masih dapat menghasilkan pendapatan operasi sebesar US$ 132,7 juta, terlepas dari kondisi sektor batu bara saat ini dan pandemi yang masih berlanjut.

Hingga semester I-2020, perseroan mampu menurunkan beban pokok penjualan sebesar 7% menjadi US$ 1,73 miliar dari US$ 1,86 miliar pada semester I-2019. Sedangkan margin operasi terhadap pendapatan sebesar 6,7% dari posisi sebelumnya 13,1%. 

Adapun overburden removal  perseroan naik 11% menjadi 326,6 juta bcm dari periode yang sama tahun lalu sebesar 294,8 juta bcm. Sementara, total inventori batu bara perseroan hingga akhir Juni 2020 sebesar 2,7 juta ton, naik 5% dari sebelumnya sebesar 2,6 juta ton pada semester I-2019. 

Menurut Dileep, meskipun ketidakpastian pasar masih membebani harga batu bara dalam jangka pendek, pihaknya optimistis industri batu bara terus berkembang ke depan. Hal ini terutama sebagai dampak perkembangan proyek batu bara sektor hilir secara jangka menengah. 

Tahun ini, Bumi Resources tetap mematok target produksi di sekitar 85-89 juta ton. Harga rata-rata penjualan diprediksi US$ 46-49 per ton, sedangkan biaya produksi US$ 32-34 per ton.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN