Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk es krim PT Diamond Food Indonesia Tbk. Foto: Perseroan.

Produk es krim PT Diamond Food Indonesia Tbk. Foto: Perseroan.

Diamond bakal Raih Dana Rp 91,5 M dari IPO, Berapa Harga Sahamnya?

Gita Rossiana, Rabu, 15 Januari 2020 | 19:00 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Diamond Food Indonesia Tbk menetapkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebesar Rp 915. Dengan menawarkan 100 juta unit saham ke publik, perseroan berpeluang meraup dana Rp 91,5 miliar dari IPO.

Selain IPO, perseroan akan menerbitkan saham baru kepada Anderson Investments Pte Ltd. Hal ini dilakukan berdasarkan perjanjian obligasi konversi (convertible bond) pada 11 Juli 2019.

"Saham baru yang diterbitkan dalam convertible bond sebanyak 1,15 miliar unit atau sebanyak 12,23% dari jumlah seluruh saham perseroan," ungkap manajemen berdasarkan informasi dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Rabu (15/1).

Perseroan juga mengadakan program alokasi saham untuk karyawan (employee stock allocation/ESA). Adapun besaran saham yang dialokasikan dalam ESA mencapai 7,31 juta saham atau 7,13% dari total saham perseroan.

Produsen susu segar dan es krim itu telah mendapatkan pernyataan efektif IPO pada 14 Januari 2020. Kemudian, masa penawaran umum dilakukan pada 15-16 Januari 2020. Sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 22 Januari 2020. PT Indo Premier Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) sekaligus penjamin emisi efek dalam IPO tersebut.

Diamond Food termasuk dalam daftar 30 calon emiten baru BEI per 20 Desember 2019. Dari pipeline tersebut, sebanyak dua perusahaan mengajukan pembatasan informasi. Para calon emiten ini menggunakan dasar valuasi laporan keuangan yang beragam, mulai dari Mei 2019 hingga September 2019.

Perusahaan yang mengantre IPO dan listing di BEI antara lain PT Alamanda Investama, PT Graha Belitung Utama, PT Era Graharealty, PT Royalindo Investama Wijaya, PT Pratama Widya, PT Karya Bersama Anugerah, PT Diamond Citra Propertindo, PT Andalan Sakti Primaindo, PT Lancartama Sejati, PT Makmur Berkah Amanda, dan PT Pakuan. Mereka masuk dalam kelompok emiten sektor properti, real estat, dan konstruksi bangunan. 

Di sektor infrastruktur dan transportasi, terdapat PT Putra Rajawali Kencana dan PT Batulicin Nusantara Maritim. Lebih lanjut PT Esta Multi Usaha, PT Nara Hotel Internasional, PT Tourindo Guide Indonesia, PT Agro Yasa Lestari, PT Cahaya Bintang Medan, PT Aesler Grup Internasional, PT Metro Healthcare Indonesia, dan PT Molly Sentosa Indonesia menjadi calon emiten baru yang berada pada kelompok perdagangan, jasa, dan investasi. 

Sementara itu, di sektor konsumsi, terdapat PT Morenzo Abadi Perkasa, PT Diamond Food Indonesia, PT Era Mandiri Cemerlang, dan PT Cipta Selera Murni. 

Sedangkan pada awal 2020, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyebutkan, sudah ada 27 perusahaan yang masuk dalam pipeline bursa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40% masuk dalam kategori kelas atas dengan aset di atas Rp 250 miliar, 30% termasuk dalam kelas menengah dengan aset di atas Rp 50 miliar, dan sisanya termasuk kelas kecil dengan aset sejumlah Rp 5 miliar. 

Tahun ini, BEI menargetkan sebanyak 79 penawaran umum dengan rincian yakni pencatatan saham, obligasi, reksa dana saham (ETF), DIRE, dan Dinfra. Khusus untuk pencatatan saham, BEI berharap bisa lebih banyak dari tahun 2019 yang mencapai 55 emiten baru. 

Berbagai upaya dilakukan seperti melakukan edukasi dan mencari pengusaha maupun perusahaan potensial di berbagai daerah. Sementara dari segi aturan, OJK mulai merancang sejumlah aturan yang tujuannya menyederhanakan sejumlah proses terkait emiten di BEI.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA