Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi kebun sawit (beritasatu.com)

ilustrasi kebun sawit (beritasatu.com)

Februari, Sampoerna Agro Tawarkan Surat Utang Rp 600 Miliar

Farid Firdaus, Senin, 13 Januari 2020 | 16:53 WIB

JAKARTA, Investor.id – PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) bersiap melakukan penawaran awal (bookbuilding) atas surat utang dengan total Rp 600 miliar pada Februari 2020. Surat utang tersebut terdiri atas Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 senilai Rp 300 miliar dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I senilai Rp 300 miliar.

Head of Investor Relations Sampoerna Agro Michael Kesuma mengatakan, manajemen telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai penjamin emisi dari aksi penerbitan obligasi perseroan. Saat ini, pihaknya masih melakukan proses pendaftaraan aksi korporasi ini di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 “Kami mulai bergerak cepat dan melihat momentum di Februari, sehingga dana hasil penawaran bisa diperoleh sebelum kuartal I berakhir,” jelas dia kepada Investor Daily, Senin (13/1).

Michael menyatakan, periode kuartal I ini menjadi saat yang tepat untuk menerbitkan surat utang lantaran besarnya likuiditas investor di pasar obligasi. Pihaknya juga mencermati tren penurunan suku bunga Bank Indonesia dan berharap bisa meraih kupon obligasi yang menarik,

Sampoerna Agro belum dapat mengungkapkan detail penggunaan dana dari hasil penerbitan obligasi ini. Namun, kemungkinan besar tidak dialokasikan untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) 2020 yang sebesar Rp 600 miliar. Pasalnya, mayoritas pendanaan capex berasal dari kas internal.

Lebih lanjut, perseroan berencana melanjutkan kerja sama di bisnis karet dengan perusahaan asal Australia, New Forests Asset Management Pty Ltd. Kedua perusahaan sebelumnya telah mendirikan perusahaan patungan (joint venture/JV) sejak 2015.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA