Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Paparan publik PT Galva Technologies Tbk.

Paparan publik PT Galva Technologies Tbk.

Galva Technologies Bidik Pendapatan Bersih Tumbuh 12% pada 2021

Jumat, 20 November 2020 | 18:15 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Galva Technologies Tbk (GLVA) membidik pendapatan bersih pada 2021 tumbuh 12% seiring meningkatnya tiga unit bisnis perseroan, yakni business solution, printing solution, dan information technology (IT) distribution.

Direktur Galva Technologies, Maria Fransiska mengungkapkan, pendapatan bersih perseroan tahun depan diperoyeksikan tumbuh seiring naiknya porsi penjualan dari dua unit bisnis, yakni business solution dan printing solution.

"Business solutions secara persentase  meningkat 2% pada kuartal III-2020 atau menjadi 24% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 22%. Sedangkan printing solutions stagnan 5% dan IT distribution turun 73% menjadi 71%," kata Maria dalam paparan publik secara virtual di Jakarta, Jumat (20/11).

Dia menjelaskan, secara angka (amount), business solutions tumbuh 17,8% pada kuartal III-2020 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kemudian printing solution tumbuh 5,8% dan IT distribution naik 5,9%.

“Meningkatnya unit bisnis perseroan, terutama pada business solution dan printing solution, diharapkan mendongkrak penjualan perseroan sekitar 12% pada 2021,” ujar dia.

Laba Neto Melonjak

Hingga kuartal III-2020, menurut Maria Fransiska, Galva Technologies membukukan penjualan neto sebesar Rp 1,52 triliun, naik 8,5% dibandingkan periode sama tahun silam sebesar Rp 1,40 triliun. Laba neto tahun berjalan mencapai Rp 18,5 miliar, melonjak 69,5% dari kuartal III-2019 sejumlah Rp 10,9 miliar.

Dia menambahkan, hingga periode 30 September 2020, Galva Technologies mencatatkan penurunan total aset sebesar 38,54% menjadi Rp 574 miliar dibandingkan periode 31 Desember 2019 senilai Rp 934 miliar. Total liabilitas turun 49,41% menjadi Rp 389 miliar dari semula Rp 769 miliar. Sebaliknya, total ekuitas naik 12,12% menjadi Rp 185 miliar dari sebelumnya Rp 165 miliar.

Maria mengatakan, hingga akhir tahun ini perseroan memproyeksikan penjualan sedikit turun dibandingkan 2019. Laba bersih juga akan turun dari tahun lalu, namun tidak lebih dari 20%. Penurunan ini disebabkan produk IT pada kuartal IV-2020 mulai mengalami kelangkaan barang, sehingga diperkirakan tidak lebih bagus dari kuartal III, tetapi lebih baik dari kuartal II-2020.

Galva Technologies tahun ini menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 15 miliar. Hingga September 2020, realisasinya mencapai Rp 9 miliar, di antaranya untuk membeli unit mesin printer sebagai salah satu pendapatan berkelanjutan (recurring income) perseroan. “Jadi, capex ini kami gunakan untuk aset-aset yang sifatnya produktif dan sebagian kami investasikan untuk mendigitalisasi proses bisnis,” ujar dia.

Direktur Utama Galva Technologies, Oki Widjaja menambahkan, ekspansi bisnis perseroan bisa didapatkan dari dua sumber, yakni pertumbuhan organik dan nonorganik. "Organic growth yang didapatkan tidak cukup untuk mengembangkan usaha. Sebagai contoh, kami fokus pada e-commerce atau digital marketing, tentunya ini membutuhkan dukungan," papar dia.

Adapun untuk nonorganik, kata Oki, Galva Technologies sudah punya rencana ekspansi, namun perseroan belum bisa menjelaskannya.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN