Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peluncuran livery masker pesawat ini merupakan bagian dari dari dukungan Garuda Indonesia terhadap program edukasi pemerintah melalui gerakan Ayo Pakai Masker.

Peluncuran livery masker pesawat ini merupakan bagian dari dari dukungan Garuda Indonesia terhadap program edukasi pemerintah melalui gerakan Ayo Pakai Masker.

Garuda Segera Terbitkan OWK Rp 8,5 Triliun

Jumat, 20 November 2020 | 16:08 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investo.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) segera mencairkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah melalui penerbitan obligasi wajib konversi atau mandatory convertible bond (OWK/MCB) senilai Rp 8,5 triliun. Aksi ini diharapkan memulihkan kinerja perseroan dari gerusan pandemi Covid-19.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, perseroan telah meraih persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk penerbitan OWK tersebut. Perseroan menargetkan pencairan dana PEN dapat dilakukan sebelum tutup tahun.

Pihaknya akan berdikusi lebih lanjut dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang mewakili pemerintah selaku pelaksana investasi. “Pemegang saham menyetujui penerbitan MCB dengan tenor maksimal tujuh tahun yang wajib dikonversi menjadi saham baru seri B saat jatuh tempo,” jelas dia dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/11).

Dalam prospektus tambahan yang dirilis 18 November dijelaskan, pemegang OWK merupakan pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Keuangan, yang akan diwakili oleh afiliasi dari perseroan melalui kepemilikan saham oleh pemerintah Indonesia. OWK memiliki tingkat kupon pasti sesuai dengan 7 Days Reverse Repo Rate yang berlaku pada suatu tanggal yang akan ditentukan berdasarkan kesepakatan antara Garuda Indonesia dan SMI

Jika penukaran OWK menjadi saham dieksekusi, harga pelaksanaannya sekitar Rp 206 per saham. Sedangkan jumlah saham yang akan diterbitkan sebanyak 41,26 miliar saham. Harga konversi ini ditetapkan berdasarkan 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler sejak tanggal 13 Oktober 2020 atau pada penutupan bursa satu hari sebelum 13 Oktober 2020 yang mana yang lebih rendah yakni sebesar Rp 206.

Sesuai rencana, setelah penambahan modal dari transaksi penukaran saham menjadi efektif, maka persentase kepemilikan dari pemegang saham lain akan mengalami dilusi hingga 41,70%. Kepemilikan pemerintah Indonesia akan naik menjadi 76,99% dari sebelumnya 60,54%. Kemudian, CT Corp turun menjadi 15,05% dari sebelumnya 25,81%, dan kepemilikan masyarakat menyusut menjadi 7,96% dari 13,65%.

Manajemen Garuda Indonesia menyatakan, perseroan perlu memperkuat struktur permodalan dalam rangka menjaga keberlangsungan usaha. Pandemi Covid-19, telah membuat penurunan drastis permintaan jasa angkutan udara sebagai dampak langsung kebijakan-kebijakan pembatasan penerbangan untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Hingga kuarta III-2020, perseroan telah membukukan kerugian sebesar US$ 1,09 miliar dan penurunan yang cukup dalam pada saldo ekuitas yang bernilai negatif US$ 455,57 juta. Hal ini diikuti dengan penurunan aset lancar perseroan yakni kas setara kas hingga 43,21% sejak 31 Desember 2019 menjadi sebesar US$ 169,99 juta.

Sementara pendapatan perseroan mencapai US$ 1,13 miliar hingga kuartal III-2020, turun dari perode sama tahun lalu US$ 3,54 miliar.Dari jumlah itu,  penerbangan berjadwal membukukan pendapatan US$ 917,28 juta, dari sebelumnya US$ 2,79 miliar.

Berdasarkan neraca hasil perhitungan internal perseroan per tanggal 30 September 2020, Perseroan memenuhi kondisi modal kerja bersih negatif sebesar US$ 3,97 miliar, sementara liabilitas perseroan US$ 10,36 miliar. Adapun, total aset perseroan yang tercatat sebesar US$ 9,90 miliar sehingga persentase total liabilitas terhadap total aset per 31 September 2020 adalah sebesar 104,6%.

Direktur Baru

RUPLSB turut menyepakati pergantian posisi direktur keuangan dan manajemen risiko yang sebelumnya diduduki oleh Fuad Rizal menjadi Prasetio. Sementara posisi direktur yang lain tak mengalami perubahan.

Prasetio tercatat memiliki pengalaman di dunia perbankan. Dia pernah menjabat sebagai direktur utama Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Kemudian dia pernah menjabat sebagai direksi di PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

“Pergantian direksi diharapkan meneruskan apa yang sudah sangat baik dilakukan sebelumnya dan yang kedua tentu bisa mempercepat rencana kami yang dikaitkan dengan restrukturisasi dan negosiasi maupun pengelolaan keuangan yang lebih baik,” kata Irfan.

Menurut Irfan, direktur keuangan yang baru akan mengemban tugas seperti negoasiasi dan restrukturisasi keuangan dengan banyak pihak, melanjutkan hal yang sebelumnya sudah dilakukan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN