Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
golden energy mines

golden energy mines

Golden Energy Kucurkan Pinjaman Anak Usaha Rp 100 Miliar

Senin, 22 Februari 2021 | 15:03 WIB
Parluhutan Situmorang


JAKARTA, Investor.id - PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) melalui anak usahanya, PT Bungo Bara Utama, memberikan fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar sebesar kepada anak usaha Golden Energy yang lain, yaitu PT Kuansing Inti Makmur. Pinjaman ini akan digunakan untuk belanja modal dan pengembangan usaha anak usaha tersebut.

Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines Sudin menjelaskan, pinjaman yang dikenaik bunga 9,5% per tahun tersebut akan jatuh tempo pada 31 Desember 2022. "Pinjaman ini akan digunakan oleh Kuansing Inti Makmur untuk pengeluaran modal dan biaya dan prasarana pengembangan batubara," jelas dia dalam keterangan resmi, Senin (22/2).

Bungo Bara Utama adalah anak usaha tidak langsung Golden Energy Mines melalui Kuansing Inti Makmur. Sedangkan Kuansing Inti Makmur bertindak sebagai pemegang 99% saham Bungo Bara Utama.

Hingga kuartal I-2021, Golden Energy Mines menargetkan penambahan saham beredar di publik (free float) menjadi 11,82% dari saat ini 3%. Emiten Grup Sinarmas ini bersiap menawarkan saham baru dan mengutamakan investor domestik ritel untuk menyerap saham baru tersebut.

Sudin menjelaskan bahwa perseroan sudah menyampaikan dokumen sehubungan penambahan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada 3 Desember lalu kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sesuai rencana, dana rights issue akan digunakan untuk keperluan modal kerja, dan tidak ada standby buyer pada aksi ini. "Kami prioritaskan investor domestik ritel. Rinciannya akan kami sampaikan setelah meraih persetujuan OJK,” jelas dia.

Berdasarkan prospektus, Golden Energy akan menerbitkan sebanyak 588,23 juta saham baru dengan rasio 10:1. Harga pelaksanaan akan ditentukan kemudian. Aksi ini telah melewati proses persetujuan pemegang saham pada 12 Agustus lalu. Aksi korporasi ini ditargetkan terlakasana awal tahun ini.

Jika rights issue berjalan lancar, maka kepemilikan masyarakat maupun investor publik atas saham perseroan akan bertambah menjadi 11,82% dari sebelumnya 3%. Sementara, kepemilikan pemegang saham lainnya terdilusi, yakni porsi Golden Energy and Resources Ltd menjadi 60,91% dari semula 66,99% dan GMR Coal Resources Pte Ltd menjadi 27,27% dari semula 30%.

Peningkatan free float ini merupakan upaya Golden Energy memenuhi ketentuan BEI. Free float perseroan sebenarnya sudah memenuhi aturan minimal 50 juta saham dan dimiliki oleh paling sedikit 500 pemegang. Namun, persentasenya belum memenuhi ketentuan minimal 7,5%. Aktivitas saham perseroan sebelumnya sempat dihentikan sementara (suspensi) oleh BEI lantaran belum memenuhi aturan tersebut.

Tahun 2021, Golden Energy memprediksi peningkatan produksi batu bara menjadi 37 juta ton, dibandingkan target tahun 2020 sebanyak 32 juta ton. Direktur Golden Energy Mines R Utoro sebelaumnya mengatakan, industri batu bara di seluruh dunia pada 2020 tertekan akibat pandemi Covid-19, namun perseroan mampu membukukan kinerja yang tidak mengecewakan.

Sikap optimistis juga disampaikan Presiden Direktur Golden Energy Mines Bonifasius Huang, yang meyakini harga jual rata-rata dan permintaan batu bara mengarah ke tren positif pada 2021. “Pada kuartal IV ini, harga sudah cukup bagus. Selama pandemi, perusahaan masih berkembang terus, dan berusaha mengendalikan biaya, seperti biaya produksi per ton turun. Semoga jika rights issue behasil, maka kinerja kami bisa jauh lebih baik,” jelas dia.

Sepanjang Januari-September 2020, perseroan telah memproduksi sebanyak 23,9 juta ton batu bara, naik 16% dari periode sama tahun lalu. Golden Energy mengalami lonjakan laba bersih hingga 40,48% menjadi US$ 63,96 juta hingga September 2020 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 45.53 juta. Peningkatan laba ini ditopang oleh penjualan domestik sebanyak US$ 450,50 juta, meningkat 8,82% dari periode sama tahun lalu US$ 494,08 juta.

Sedangkan penjualan ekspor berkontribusi sebesar US$ 333,36 juta, naik 29,17%. Kontribusi penjualan ekspor lebih dari 10% terhadap total pendapatan berasal dari penjualan ke Adani Global FZE (Uni Emirat Arab), Power Fuel Ltd (Tiongkok), dan Itochu Singapore Pte Ltd.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN