Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indosat Ooredoo.

Indosat Ooredoo.

Grup Djarum Tuntaskan Akuisisi Menara Telekomunikasi Indosat

Farid Firdaus, Minggu, 1 Desember 2019 | 19:10 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), menyelesaikan pembelian 1.000 menara telekomunikasi dari PT Indosat Tbk (ISAT) senilai Rp 1,95 triliun. Tahun depan, Sarana Menara yang dikendalikan oleh Grup Djarum ini bakal kian ekspansif.

Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Adam Gifari mengatakan, transaksi akuisisi menara Indosat otomatis menambah jumlah aset menara dan penyewa baru menara perseroan. Pihaknya masih merancang strategi ekspansi pada 2020.

Strategi tersebut termasuk ikut berpartisipasi di lelang menara telekomunikasi lainnya, seperti lelang 3.200-3.300 menara yang digelar PT XL Axiata Tbk (EXCL). Sebelumnya, manajamen XL menargetkan proses penjualan aset tersebut rampung pada kuartal I-2020. “Kalau memang lelang XL terus bergulir, kami berminat berpartisipasi,” kata Adam kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (1/12).

Sebelumnya, manajemen Protelindo menjelaskan, pendanaan akuisisi menara Indosat menggunakan kas internal serta pinjaman bank. Tambahan utang diprediksi memiliki dampak yang terbatas pada tingkat leverage Protelindo. Transaksi ini juga menambah hampir Rp 2 triliun pendapatan kontrak Protelindo, serta mendiversifikasi potensi pendapatan serta kolokasi menara telekomunikasi perseroan.

Presiden Direktur Protelindo Ferdinandus Aming Santoso pernah mengatakan, dengan adanya transaksi ini, pihaknya turut mengakuisisi 1.900 penyewa baru. Saat ini, perseroan memiliki hampir 20.000 menara dan hampir lebih dari 32.000 penyewa. “Aksi ini memungkinkan perseroan untuk mengoperasikan menara tambahan secara efisien dan pembelian akan menghasilkan kinerja yang positif sejak hari pertama,” jelas dia.

Protelindo mencatat, penambahan hampir 1.900 penyewa baru berpeluang menambah lebih dari Rp 270 miliar ke total pendapatan jangka panjang tahunan Protelindo.

Sebagai informasi, penyewa terbesar Protelindo berasal dari Indosat, Telkomsel, H3i, dan XL Axiata. Sebanyak lebih dari 50% menara perseroan terletak di Jawa, Sulawesi dan Kalimantan.

Dampak ke Indosat

Sekretaris Perusahaan Indosat Gilang Hermawan mengatakan, penyelesaian transaksi dengan Protelindo terjadi pada 29 November 2019 setelah dipenuhinya persetujuan syarat pendahuluan, termasuk persetujuan dari pemegang saham perseroan pada 21 November 2019.

“Dampak dari penyelesaian transaksi adalah perolehan kas bersih, serta penurunan beban bunga seiring pelunasan sebagian utang sehingga berpengaruh terhadap struktur modal perseroan,” kata dia dalam keterangan resmi.

Setelah tuntasnya transaksi dengan Protelindo, maka Indosat kini menanti penyelesaian transaksi penjualan 2.100 menara senilai Rp 4,44 triliun kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Berdasarkan prospektus resmi, Indosat menargetkan penyelesaian transaksi paling lambat 16 Desember 2019. Sementara itu, menurut tim penilai independen Martokoesomo, Pakpahan & Rekan, terdapat potensi penambahan arus kas dari transaksi penjualan menara ini. Nilainya mencapai Rp 2,26 triliun yang merupakan hasil efisiensi tingkat bunga pinjaman.

Pelunasan utang yang dilakukan dari hasil penjualan menara memberikan keleluasaan bagi manajemen Indosat untuk melakukan strategi pendanaan yang lebih baik di masa mendatang.

Tim penilai independen menggunakan laporan keuangan Juni 2019 sebagai asumsi-asumi dasar keuangan proforma setelah transaksi. Sebelum melakukan penjualan menara per Juni 2019, Indosat membukan rugi bersih Rp 331,8 miliar dan proformanya menjadi laba bersih sebesar Rp 2,09 triliun.

Selain itu, total liabilitas Indosat setelah transaksi menjadi Rp 40,69 triliun, dari sebelum transkasi per Juni 2019 Rp 44,08 triliun. Kas dari kegiatan investasi pun naik signifikan. Indosat akan memiliki kas dari kegiatan investasi sebesar Rp 21,66 triliun atau naik 40,44% dari semula Rp 15,42 triliun.

Alhasil, proforma rasio utang terhadap EBITDA perseroan menjadi 2,82 kali, dari sebelum transaksi 5,26 kali. Sedangkan proforma rasio utang terhadap ekuitas menjadi 1,77 kali, dari semula 2,40 kali.

Selain perjanjian jual-beli, perseroan bersama Mitratel dan Protelindo juga melakukan perjanjian jual induk sewa menara (master tower lease agreement).  Mitratel dan Protelindo sepakat untuk menyewakan menara kepada Indosat, yang dimulai saat tanggal penutupan perjanjian jual beli untuk jangka waktu 10 tahun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA