Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mobil-mobil Indorent. Foto: indorent.co.id

Mobil-mobil Indorent. Foto: indorent.co.id

Grup Indomobil Berburu Pinjaman US$ 129 Juta

Farid Firdaus, Rabu, 13 November 2019 | 19:32 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) melalui anak usahanya, PT CSM Corporatama (Indorent), menjajaki pinjaman luar negeri senilai lebih dari US$ 129 juta. Hasil penggalangan dana ini akan digunakan untuk kebutuhan pembayaran pinjaman (refinancing) dan modal kerja.

Wakil Presiden Direktur Indomobil Multi Jasa Gunawan Effendi mengatakan, perseroan menunjuk DBS Bank Ltd, CTBC Bank Co Ltd, OCBC Ltd, Taishin International Bank, Bank of China, Bank CIMB Niaga, dan BTPN sebagai mandated lead arrangers dan bookrunners (MLAB). “Pinjaman ini memiliki opsi greenshoe, jadi nanti nilainya bisa ditambah dari komitmen awal,” kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (13/11).

Gunawan menegaskan, Indorent telah meluncurkan program penggalangan dana ini sejak akhir pekan lalu, untuk kemudian para MLAB melakukan roadshow. Pihaknya menargetkan mampu menandatangani kesepakatan pinjaman pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Sementara itu, Indomobil Multi Jasa tercatat menaikkan modal dasar Indorent menjadi Rp 2,5 triliun dari semula Rp 1 triliun pada 14 Oktober 2019. Seiring dengan itu, modal ditempatkan dan disetor Indorent yang bergerak di bisnis penyewaan mobil ini juga dinaikkan menjadi Rp 1,02 triliun dari Rp 649 miliar.

Indomobil melakukan peningkatan modal disetor dengan cara menerbitkan 375 ribu saham tambahan dengan nominal Rp 1 juta per saham. Alhasil, emiten berkode saham IMJS itu harus menyetor modal Rp 375 miliar kepada Indorent.

Setelah transaksi ini, Indomobil Multi Jasa mengantongi 1,02 juta saham Indorent dari sebelumnya 648.850 saham. Aksi ini bertujuan untuk memperkuat modal Indorent dalam menjalankan bisnis, sehingga meningkatkan kontribusi laba kepada Indomobil selaku pemegang saham.

Sepanjang tahun ini, Grup Indomobil berhasil merampungkan sejumlah penggalangan dana. Pada 11 Februari 2019, perusahaan patungan antara Indorent dan Seino Holding Co. Ltd, yakni PT Seino Indomobil Logistics meraih fasilitas kredit hingga US$ 145 juta dan Rp 1,39 triliun.

Pinjaman Seino Indomobil dikucurkan oleh sejumlah bank dalam dan luar negeri. Pokok pinjaman akan dibayar dengan cicilan selama tiga bulan mulai Mei 2020.

Sementara itu, pada Juli 2019, Indomobil Finance yang juga merupakan anak usaha Indomobil Multi Jasa sempat memperoleh sindikasi senilai US$ 290 juta dari 17 bank dan lembaga keuangan internasional. Dana yang diperoleh dari pinjaman ini akan digunakan selama satu tahun ke depan untuk mendukung bisnis pembiayaan perseroan.

Sebelumnya, Gunawan mengatakan, lembaga keuangan yang mengucurkan pinjaman tersebut berasal dari Singapura, Australia, Jepang, Taiwan, Tiongkok dan Indonesia. Sindikasi ini merupakan program kesembilan perseroan dalam memperoleh pinjaman.

Hingga kuartal III-2019, pendaptan Indomobil Multi Jasa naik 19,6% menjadi Rp 2,92 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,44 triliun. Seiring itu, beban penjualan perseroan turun 20,95% menjadi Rp 138,93 miliar dibandingkan kuartal III-2018 yang sebesar Rp 175,76 miliar.

Adapun beban keuangan perseroan naik signikan menjadi Rp 370,49 miliar hingga September 2019 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 176,91 miliar. Alhasil, laba bersih tergerus menjadi Rp 83,19 miliar dari kuartal III-2018 yang sebesar Rp 139,39 miliar.

Lebih lanjut, induk usaha perseroan, yakni PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), membukukan pendapatan sebesar Rp 14,73 triliun hingga kuartal III-2019, meningkat 11,33% dibanding periode sama tahun lalu Rp 13,32 triliun.

Emiten Grup Salim ini mencatatkan laba atas penjualan investasi senilai Rp 718,29 miliar pada periode Januari-September 2019. Raihan tersebut sejalan dengan divestasi 19,42% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) kepada Michelin. Alhasil, perseroan mampu mengantongi laba bersih senilai Rp 328,3 miliar, melesat 302,2% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 81,62 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA