Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jababeka. Foto: IST

Jababeka. Foto: IST

Grup Panin Ditengarai Mulai Kuasai Jababeka

Farid Firdaus, Rabu, 10 Juli 2019 | 09:35 WIB

JAKARTA, investor.id – Grup Panin ditengarai mulai menguasai PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA). Mu’min Ali Gunawan, pendiri Grup Panin, tercatat sebagai pemegang 21,08% saham Jababeka.

Berdasarkan data yang dihimpun Investor Daily, nama Mu’min Ali Gunawan semula tak ada dalam daftar pemegang saham yang mencapai 5% atau lebih pada 2016. Per 30 September 2016, tercatat Charm Grow International Ltd dan Intellitop Finance Ltd yang masing-masing menguasai 16,12% dan 7,31% saham Jababeka.

Pada 31 Juli 2017, susunan pemegang saham mulai bergeser menjadi Charm Grow International Ltd sebesar 9,97%, Credit Suisse AG Singapore Trust 6,92%, dan muncul Islamic Development Bank sebesar 6,4%.

Posisi tersebut tetap sama hingga 31 Agustus 2017. Hingga akhirnya, pada 31 Desember 2017, muncul nama Mu’min Ali Gunawan yang langsung menguasai 21,08%. Sementara, Islamic Development Bank menambah kepemilikan sahamnya menjadi 7,21%.

Kemudian, selama Desember 2017 hingga 31 Mei 2018, kepemilikan saham tersebut tak jauh berbeda. Namun, pada Desember 2018, kepemilikan Islamic Development Bank bertambah menjadi 9,33%. Sedangkan, per Maret 2019, muncul nama PT Imakotama Investindo yang memiliki 5,39% saham. Sedangkan porsi saham Mu’min Ali Gunawan dan Islamic Development Bank masing-masing tetap sebesar 21,08% dan 9,32%.

Per Mei 2019, nama-nama tersebut tak mengalami perubahan, tapi Islamic Development Bank menambah kepemilikan menjadi 10,93%. Mu’min Ali Gunawan tetap sebesar 21,08% dan Imakotama Investindo 6,16%.

Dalam rapat umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung 26 Juni 2019, jumlah suara yang setuju perubahan susunan anggota direksi dan anggota komisaris Jababeka mencapai 52,11%.

RUPST tersebut menyetujui perubahan dewan direksi dan komisaris seiring perubahan kepemilikan saham. Pemegang saham menyetujui pengangkatan Sugiharto sebagai direktur utama dan Aries Liman sebagai komisaris.

Perubahan ini merupakan usulan dari Imakotama Investindo dan Islamic Development Bank selaku pemegang saham perseroan. Dari situ terlihat terjadi acting in concert dan adanya perubahan pengendali berdasarkan syarat dan kondisi obligasi global yang telah diterbitkan perseroan.

Dengan terjadi perubahan pengendali, perseroan melalui Jababeka International BV wajib untuk memberikan penawaran pembelian kepada pemegang notes dengan harga pembelian 101% dari nilai pokok yang sebesar US$ 300 juta. Harga pembelian juga ditambah dengan kewajiban bunga.

Jika perseroan tidak mampu melaksanakan penawaran pembelian tersebut, perseroan melalui Jababeka International BV bisa disebut lalai atau default.

Direktur Utama Jababeka Budianto Liman mengatakan, jika melihat kondisi perseroan sekarang tidak memungkinkan untuk buyback. “Notes kami itu baru akan jatuh tempo 2023, masih lama, hal yang terjadi di RUPST kemarin di luar dugaan. Menurut kami, itu sesuatu yang tidak lazim,” kata dia, baru-baru ini.

Budianto tak ingin berkomentar lebih rinci terkait latar belakang para pemegang saham tersebut. “Kita tidak tahu menahu, karena itu kami tak bisa memberikan komentar. Kalau Setyono Djuandi Darmono benar, beliau founder Jababeka dan sampai sekarang masih menjadi pemegang saham Jababeka," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Jababeka Muljadi Suganda tidak bisa dikonfirmasi. Begitu juga dengan Herwidayatmo, salah satu eksekutif di Grup Panin. Keduanya tidak merespons pertanyaan via pesan instan.

Adapun MarketScreener.com menyantumkan Mu’min Ali Gunawan sebagai pemilik 21,1% saham Jababeka dengan nilai valuasi US$ 83,26 juta dan PT Paninvest Tbk (PNIN) sebesar 2,04% dengan valuasi US$ 5,99 juta.

Munculnya Aries Liman yang disetujui oleh RUPST untuk menjabat sebagai komisaris Jababeka semakin memperkuat ini. Pasalnya, dalam daftar dewan komisaris PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), Mu’min Ali Gunawan menjabat sebagai presiden komisaris, sedangkan Aries Liman sebagai wakil presiden komisaris.

Merujuk peraturan bursa, jajaran direksi dan komisaris baru berlaku satu bulan setelah RUPST digelar. Di tengah jeda tersebut, jajaran direksi Jababeka yang lama berusaha menelusuri apa yang sebenarnya terjadi saat RUPST dengan menunjuk konsultan legal. Hasil laporan konsultan ini bakal menjadi rujukan sah atau tidaknya penunjukan direktur utama dan komisaris Jababeka.

Para direksi lama juga berniat melaporkan kejadian yang disebut acting in concert ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan pun akan berkoordinasi dengan para pemegang noteholders, jika perseroan diharuskan membeli kembali notes senilai US$ 300 juta sebagai konsekuensi dari perubahan pengendali.

Di luar polemik ini, perseroan tetap melakukan kegiatan bisnis seperti biasa. Manajemen tetap meyakinkan vendor, pemasok, dan pelanggan bahwa segala sesuatunya tetap berjalan normal.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA