Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu show room Indomobil.

Salah satu show room Indomobil.

Grup Salim Jual Saham Indomobil Rp 142,2 Miliar

Gita Rossiana, Rabu, 12 Februari 2020 | 22:51 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Tritunggal Intipermata, anak usaha Grup Salim, menjual sahamnya senilai Rp 142,27 miliar di PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS). Divestasi saham ini bertujuan untuk mendapatkan dana.

Direktur Tritunggal Intipermata Alex Sutisna menjelaskan, transaksi dilakukan pada 3 Februari 2020. Pada tanggal tersebut, Tritunggal menjual 142,98 juta sahamnya di Indomobil dengan harga Rp 995 per saham.

"Dengan dilakukannya penjualan saham tersebut, maka kepemilikan saham Tritunggal Intipermata di Indomobil berkurang dari semula 502.511.650 saham atau 18,17% menajdi 359.522.650 saham atau 13%," jelas dia dalam keterbukaan informasi yang disampaikan melalui Bursa Efek Indonesia, Rabu, (12/2).

Sementara sebelum terjadinya transaksi saham tersebut, susunan kepemilikan saham di Indomobil adalah Gallant Venture Ltd sebanyak 71,49%. Kemudian Tritunggal Intipermata 18,17% dan masyarakat 10,34%.

Sebelumnya, anak usaha Indomobil, yakni PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) melalui PT CSM Corporatama (Indorent), menjajaki pinjaman luar negeri senilai lebih dari US$ 129 juta. Hasil penggalangan dana ini akan digunakan untuk kebutuhan pembayaran pinjaman (refinancing) dan modal kerja.

Wakil Presiden Direktur Indomobil Multi Jasa Gunawan Effendi mengatakan, perseroan menunjuk DBS Bank Ltd, CTBC Bank Co Ltd, OCBC Ltd, Taishin International Bank, Bank of China, Bank CIMB Niaga, dan BTPN sebagai mandated lead arrangers dan bookrunners (MLAB). Pihaknya menargetkan mampu menandatangani kesepakatan pinjaman pada akhir 2019 atau awal tahun 2020.

Sementara itu, Indomobil Multi Jasa tercatat menaikkan modal dasar Indorent menjadi Rp 2,5 triliun dari semula Rp 1 triliun pada 14 Oktober 2019. Seiring dengan itu, modal ditempatkan dan disetor Indorent yang bergerak di bisnis penyewaan mobil ini juga dinaikkan menjadi Rp 1,02 triliun dari Rp 649 miliar.

Indomobil melakukan peningkatan modal disetor dengan cara menerbitkan 375 ribu saham tambahan dengan nominal Rp 1 juta per saham. Alhasil, emiten berkode saham IMJS itu harus menyetor modal Rp 375 miliar kepada Indorent.

Setelah transaksi ini, Indomobil Multi Jasa mengantongi 1,02 juta saham Indorent dari sebelumnya 648.850 saham. Aksi ini bertujuan untuk memperkuat modal Indorent dalam menjalankan bisnis, sehingga meningkatkan kontribusi laba kepada Indomobil selaku pemegang saham.

Sepanjang tahun ini, Grup Indomobil berhasil merampungkan sejumlah penggalangan dana. Pada 11 Februari 2019, perusahaan patungan antara Indorent dan Seino Holding Co. Ltd, yakni PT Seino Indomobil Logistics meraih fasilitas kredit hingga US$ 145 juta dan Rp 1,39 triliun.

Pinjaman Seino Indomobil dikucurkan oleh sejumlah bank dalam dan luar negeri. Pokok pinjaman akan dibayar dengan cicilan selama tiga bulan mulai Mei 2020.

Sementara itu, pada Juli 2019, Indomobil Finance yang juga merupakan anak usaha Indomobil Multi Jasa sempat memperoleh sindikasi senilai US$ 290 juta dari 17 bank dan lembaga keuangan internasional. Dana yang diperoleh dari pinjaman ini akan digunakan selama satu tahun ke depan untuk mendukung bisnis pembiayaan perseroan.

Lembaga keuangan yang mengucurkan pinjaman tersebut berasal dari Singapura, Australia, Jepang, Taiwan, Tiongkok dan Indonesia. Sindikasi ini merupakan program kesembilan perseroan dalam memperoleh pinjaman.

Kinerja

Hingga kuartal III-2019, pendapatan Indomobil Multi Jasa naik 19,6% menjadi Rp 2,92 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,44 triliun. Seiring itu, beban penjualan perseroan turun 20,95% menjadi Rp 138,93 miliar dibandingkan kuartal III-2018 yang sebesar Rp 175,76 miliar.

Adapun beban keuangan perseroan naik signikan menjadi Rp 370,49 miliar hingga September 2019 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 176,91 miliar. Alhasil, laba bersih tergerus menjadi Rp 83,19 miliar dari kuartal III-2018 yang sebesar Rp 139,39 miliar.

Di sisi lain, Indomobil  membukukan pendapatan sebesar Rp 14,73 triliun hingga kuartal III-2019, meningkat 11,33% dibanding periode sama tahun lalu Rp 13,32 triliun. Emiten Grup Salim ini mencatatkan laba atas penjualan investasi senilai Rp 718,29 miliar pada periode Januari-September 2019.

Raihan tersebut sejalan dengan divestasi 19,42% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) kepada Michelin. Alhasil, perseroan mampu mengantongi laba bersih senilai Rp 328,3 miliar, melesat 302,2% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 81,62 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA