Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Mitra Investindo Tbk. Foto: Perseroan.

PT Mitra Investindo Tbk. Foto: Perseroan.

Grup Saratoga Siap Lepas Saham Mitra Investindo

Selasa, 15 September 2020 | 12:21 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) melalui Interra Resources Ltd berpotensi mengurangi kepemilikan saham pada PT Mitra Investindo Tbk (MITI) menjadi 8,05% dari saat ini 48,87%. Hal itu sebagai dampak dari penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dan penggabungan nilai nominal saham (reverse stock) Mitra Investindo nantinya.

Per 2 Juni 2020, Interra Resources yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Singapura (SGX) dimiliki Saratoga Investama sebanyak 13,38%, Edwin Soeryadjaya sebanyak 0,09%, Sandiaga Uno sebanyak 0,1%, North Petroleum International Company Ltd sebanyak 13,41%, dan Shining Persada Investments Pte Ltd sebanyak 8,94%.

Adapun Mitra Investindo akan menerbitkan maksimal 2,86 miliar saham baru kelas B. Harga pelaksanaan rights issue emiten jasa minyak dan gas (migas) ini bakal diumumkan kemudian. Sementara, HMETD Interra Resources akan dialihkan kepada PT Prime Asia Capital sebagai pembeli siaga.

Rencana ini dilatarbelakangi oleh strategi Mitra Investindo untuk mengembangkan usaha dalam bidang pelayaran jasa angkut orang atau barang (utility boat) sebagai support vessel vehicle dalam kegiatan produksi migas. Demi merealisasikan ekspansi bisnis ini, Mitra Investindo akan mengakuisisi 99,81% saham PT Wasesa Line dari PT Prime Asia Capital.

Akuisisi ini akan ditambah dengan restrukturisasi utang Wasesa Line kepada Prime Asia Capital. Nilai utang Wasesa yang akan diambil oleh Mitra Investindo sebesar Rp 15 miliar. Wasesa diketahui berkedudukan di Jakarta, dan pemegang sahamnya yang lain adalah Andreas Tjahjadi.

Pada 26 Agustus 2020, Mitra Investindo dan Prime Asia Capital menandatangani perjanjian bersyarat saham (inbreng) sebagai setoran modal ke dalam Mitra Investindo. Dua perusahaan ini sepakat terhadap dua hal. Pertama, Prime Asia Capital akan mengalihkan 99,81% saham Wasesa kepada Mitra Investindo dengan cara inbreng sebagai setoran modal dalam perseroan.

Kesepakatan kedua adalah menyangkut skema pembayaran. Mitra Investindo akan memberikan saham baru yang semula menjadi hak Interra Resources kepada Prime Asia Capital sebesar 48,87%. Nilai tersebut setara dengan saham Wasesa yang akan diakuisisi Mitra Investindo sebesar Rp 70 miliar.

“Interra Resources selaku pemegang saham pengendali Mitra Investindo dengan surat tertanggal 26 Agustus 2020 telah menyatakan persetujuan dan dukungan kepada perseroan,” jelas manajemen Mitra Investindo dalam pengumuman resmi.

Sesuai rencana, Mitra Investindo akan meminta izin pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan 14 Oktober 2020. Dalam rapat ini, perseroan juga mengusulkan rencana reverse stock, dimana saham kelas A yang semula memiliki nilai nominal Rp 200 menjadi Rp 500. Sedangkan saham kelas B yang sebelumnya bernominal Rp 20 menjadi Rp 50. Alhasil, rasio reverse stock adalah lima saham lama menjadi dua saham baru, baik kelas A maupun kelas B.

Manajemen menjelaskan, reverse stock dilakukan dengan memperhitungkan struktur permodalan perseroan. Jika rights issue dilakukan sebelum reverse stock, maka jumlah saham baru yang diterbitkan bakal setara 202,95% dari modal ditempatkan dan disetor. Sementara, apabila rights issue dilakukan setelah reverse stock, saham baru yang diterbitkan setara 507,38%.

Perubahan Pengendali

Pemegang saham Mitra Investindo yang tidak mengambil bagian pada rights issue akan mengalami dilusi kepemilikan maksimal sekitar 75,07-83,54%. Aksi ini mengubah pengendali perseroan.

Sesuai rencana, jika hanya Prime Asia Capital yang menjalankan haknya, maka struktur pemegang saham Mitra Investindo setelah rights issue dan reverse stock antara lain, pada saham kelas B, kepemilikan Prime Asia Capital akan sebesar 71,26% dari semula nihil, masyarakat menjadi 8,59% dari semula 29,87%, dan Interra Resources Ltd menjadi 14,05% dari sebelumnya 48,87%. Sedangkan pada saham kelas A, kepemilikan PT Surya Raya Guna Perkasa menjadi 0,61% dari 2,13% dan masyarakat 5,50% dari 19,13%.

Lalu, apabila pemegang saham lain, termasuk masyarakat menjalankan haknya, maka struktur saham pada kelas B akan menjadi masyarakat sebanyak 37,11%, Prime Asia Capital sebesar 49,57%, Surya Guna Perkasa 1,78%, dan kepemilikan Interra Resources semakin kecil menjadi 8,05%.

Belum ada penjelasan manajemen secara lebih rinci terkait calon pengendali baru, yakni Prime Asia Capital. Namun, hubungan Grup Saratoga dengan Prime Asia Capital terekam lewat beberapa kali transaksi di saham emiten lain. Semisal, Saratoga melepas 23,3% saham Seroja Investment Ltd kepada Prime Asia Capital pada November 2015. Kemudian, Saratoga membeli 1 juta saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebagai bentuk penyelesaian utang dari Prime Asia kepada Saratoga Sentra Business pada Februari 2017.

Adapun pada 2014, Interra Resources menjadi pengendali Mitra Investindo dengan jalan menyerap saham baru perseroan. Ketika itu, masuknya Interra menandakan Mitra Investindo masuk ke sektor migas dari sebelumnya hanya tambang batu granit. Namun, sektor migas tak lekas menaikkan kinerja perseroan.

Penurunan harga minyak dalam beberapa tahun terakhir mengakibatkan Mitra Investindo membukukan kerugian dan defisiensi modal sebesar Rp 28,65 miliar, serta modal kerja negatif Rp 11,16 miliar per 31 Juli 2020.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN