Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grand Kamala Lagoon di Bekasi, salah satu proyek PP Properti. Foto: Perseroan.

Grand Kamala Lagoon di Bekasi, salah satu proyek PP Properti. Foto: Perseroan.

Hadapi Jatuh Tempo MTN, PP Properti Siapkan Obligasi Rp 900 Miliar

Minggu, 2 Agustus 2020 | 19:22 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT PP Properti Tbk (PPRO) menjajaki penerbitan obligasi senilai Rp 900 miliar pada semester II tahun ini. Aksi tersebut salah satunya sebagai upaya memenuhi kewajiban surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) yang jatuh tempo pada Agustus-November 2020 sebesar Rp 1,2 triliun.

Direktur Keuangan PP Properti Mustarno mengatakan, perseroan tengah melakukan penjajakan ke pasar mengenai kemungkinan penawaran umum berkelanjutan (PUB) II tahap II yang masih memiliki sisa plafon Rp 2 triliun. Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan tahap I senilai Rp 416,46 miliar pada Februari 2020.

“Jumlah penerbitan tahap II akan kurang dari Rp 1 triliun, karena kami masih memiliki saldo dana internal dan fasilitas pinjaman perbankan. Para penjamin emisi yang akan ditunjuk masih dalam proses klarifikasi dan evaluasi,” kata Mustarno kepada Investor Daily, Minggu (2/8).

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), PP Properti menghadapi enam MTN yang jatuh tempo pada semester II-2020, antara lain MTN VI senilai Rp 287 miliar yang jatuh tempo pada 30 Agustus, MTN VII Seri A Rp 250 miliar yang jatuh tempo 20 September, MTN VII Seri A Seri B Rp 50 miliar yang jatuh tempo 28 September, MTN VIII Rp 200 miliar yang jatuh tempo 20 Oktober, MTN IX Rp 213 miliar yang jatuh tempo pada 3 November, dan MTN X Rp 200 miliar yang jatuh tempo  pada 16 November.

Sementara itu, PP Properti meraih pinjaman dari induk usahanya, PT PP Tbk (PTPP), senilai total Rp 295 miliar untuk kebutuhan modal kerja. Perjanjian pinjaman ditandatangani pada 24 Juli 2020. Pinjaman memiliki bunga sebesar 9,5%. Sesuai rencana, pinjaman akan dicairkan secara bertahap sesuai kebutuhan perseroan. Pinjaman tahap I sebesar Rp 175 miliar telah diterima perseroan saat penandatanganan perjanjian.

Transaksi ini dinyatakan sebagai bentuk sinergi bisnis PP secara grup. Sehubungan dengan pandemi Covid-19 yang berdampak pada kebijakan pengetatan oleh perbankan dalam memberikan pendanaan, maka diperlukan pinjaman dari PP selaku pemegang saham untuk menunjang kegiatan produksi PP Properti.

Adapun hingga semester I-2020, PP Properti mengantongi marketing sales sebesar Rp 365 miliar, yang mayoritas dikontribusikan dari proyek Gunung Putri Square, The Ayoma, Begawan, Evinciio Apartment dan super blok Little Tokyo. Tahun ini, perseroan telah memangkas target marketing sales menjadi Rp 2,4 triliun dari semula Rp 3,8 triliun.

Menurut Mustarno, perseroan semakin mengoptimalkan teknologi dan pemasaran digital selama pandemi Covid-19 demi menggenjot marketing sales. Selain itu, PP Properti memanfaatkan database konsumen eksisting sebagai strategi pendekatan atas penawaran produk-produk perseroan.

Sebelumnya, Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya melakukan sejumlah langkah antisipasi dalam meminimalisir dampak pandemi di segmen realtyhospitality, maupun commercial. Langkah-langkah antisipasi tersebut antara lain, perseroan menunda rencana belanja modal baru, mengefisiensikan biaya usaha dan biaya operasional, salah satunya dengan melakukan pembatasan jam operasional di sejumlah hotel dan shopping mall. Selain itu, perseroan juga fokus serah terima unit apartemenserta pengembangan lahan.

Sebagai informasi, PP Properti fokus menyelesaikan proses pembangunan apartemen yang siap di serahterimakan di tahun ini, yang mana unit tersebut sudah terjual dan pembangunan apartemennya sedang berjalan.

Dalam rencana perseroan, beberapa apartemen yang akan diserahterimakan dalam tahun ini antara lain Grand Sungkono Lagoon Tower Caspian dan Grand Dharmahusada Lagoon di Surabaya, Begawan apartemen di Malang, Amartha View dan The Alton di Semarang, Evenciio di Depon dan The Ayoma Apartemen di BSD.

Sehubungan diterbitkannya PP No 25 tahun 2020 tentang penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), PP Properti siap menjadi mitra bagi BP Tapera dengan menyediakan sejumlah proyek residensial di lokasi-lokasi strategis dengan harga terjangkau.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN