Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) Joni Rizal (tengah) bersama Direksi dan Komisaris FITT Tomi Tris (dua dari kiri),
Sukino (dua dari kanan), Ida Haerani (kanan) serta Direktur PT Bursa Efek Indonesia I Gede Wayan Yetna, menekan layar sentuh saat pencatatan saham perdana (HFI) di Jakarta, Selasa (11/6/2019). FITT, perusahaan ke-13 yang tercatat di bursa sepanjang tahun 2019, menawarkan saham perdana dengan harga Rp 102 per saham. Ketika resmi tercatat pada pembukaan perdagangan, saham FITT melonjak 69,61% ke level Rp 173 per saham. Foto: SP/Ruth Semiono

Direktur Utama PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) Joni Rizal (tengah) bersama Direksi dan Komisaris FITT Tomi Tris (dua dari kiri), Sukino (dua dari kanan), Ida Haerani (kanan) serta Direktur PT Bursa Efek Indonesia I Gede Wayan Yetna, menekan layar sentuh saat pencatatan saham perdana (HFI) di Jakarta, Selasa (11/6/2019). FITT, perusahaan ke-13 yang tercatat di bursa sepanjang tahun 2019, menawarkan saham perdana dengan harga Rp 102 per saham. Ketika resmi tercatat pada pembukaan perdagangan, saham FITT melonjak 69,61% ke level Rp 173 per saham. Foto: SP/Ruth Semiono

Hotel Fitra Jajaki Akuisisi Hotel

Farid Firdaus, Rabu, 12 Juni 2019 | 09:03 WIB

JAKARTA – PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) resmi menjadi emiten ke-13 yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Setelah menggelar aksi penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), perseroan membuka peluang untuk mengakuisisi sejumlah hotel di sekitar Majalengka, Jawa Barat.

Direktur Utama Hotel Fitra International Joni Rizal mengatakan, perseroan tengah menimbang untuk mengakusi setidaknya dua hotel hotel di Majalengka yang saat ini mengalami gangguan operasional. Selain akuisisi, perseroan juga menawarkan opsi kerja sama operasi (KSO)

“Ada beberapa hotel kelas melati yang hidup segan mati tak mau. Hotel seperti ini yang kami pertimbangkan untuk diakuisisi atau diajak kerja sama operasi,” kata dia di BEI, Selasa (11/6).

Adapun, hotel kelas melati yang dimaksud memiliki jumlah kamar sebanyak 30 hingga 50 kamar. Aksi ini merupakan salah satu upaya perseroan untuk meningkatkan pendapatan. Peluang akuisisi juga sejalan dengan kian meningkatnya kunjungan dan penggunaan bandara internasional Kertajati, Majalengka.

“Prospek Majalengka sebenarnya cukup bagus karena adanya Tol Cipali dan ada akses kereta api dari Jakarta-Cirebon,” kata Joni.

Pada kesempatan sama Direktur Keuangan Hotel Fitra Internasional Sukino mengatakan, melihat peluang pertumbuhan di Majalengka, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah maskapai untuk menjadikan Hotel Fitra sebagai tempat transit kru maskapai.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA