Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bakrie Telecom. Foto: beritasatu.com

Bakrie Telecom. Foto: beritasatu.com

Huawei Berpotensi Tambah Saham Bakrie Telecom

Farid Firdaus, Rabu, 10 Juli 2019 | 09:31 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Huawei Tech Investment berpeluang menambah kepemilikan saham pada PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Hal ini merupakan konsekuensi atas penukaran utang wesel senior perseroan senilai US$ 380 juta dengan obligasi wajib konversi.

Direktur Bakrie Telecom Aditya Irawan mengatakan, saat ini perseroan masih dalam proses negosiasi dengan para bondholder atau disebut dengan istilah Chapter 15 di New York Amerika Serikat. Ini merupakan bagian dari Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) perseroan yang juga ditempuh di Indonesia.

“Kami menawarkan kepada pemegang wesel senior dengan wesel senior baru yang terdiri dari 70% obligasi wajib konversi, dan 30% porsi tunai. Ini merupakan tahap terakhir dalam proses restrukturisasi,” jelas dia di Jakarta, Selasa (9/7).

Aditya menjelaskan, perseroan menargetkan persetujuan atas penukaran ini bisa diselesaikanS pada kuartal IV-2019 atau kuartal I-2020.  Sementara itu masa konversi OWK memiliki tenggat waktu hingga 2024 mendatang. Total OWK yang diterbitkan perseroan mencapai 45% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

“Andaikata semua pemegang wesel melakukan konversi 45%, termasuk Huawei di dalamnya, Huawei nanti jadi 9%. Jumlah wesel senior setara 23%, yang lain adalah pemegang OWK lainnya. Paling besar tetap Huawei,” terang dia.

Sebagai informasi, penerbitan wesel senior dilakukan oleh entitas usaha perseroan yakni Bakrie Telecom Pte Ltd yang merilis guaranteed senior notes due 2015  senilai US$ 250 juta pada 7 Mei 2010. Surat utang ini berbunga 11,50%.  Kemudian pada 2011, Bakrie Telecom Pte Ltd kembali merilis wesel senior sejumlah US$ 130 juta.

Adapun, per 31 Maret 2019, PT Huawei Tech Investment menguasai 16,83% saham Bakrie Telecom. Sementara daftar pemegang saham lainnya adalah PT Mahindo Agung Sentosa 13,60%, PT Era Bhakti Persada 5,47%, Raiffeisen Bank International 6,02%, PT Bakrie Brothers Tbk 0,12%, dan masyarakat 57,96%.

Sementara itu, belum tuntasnya penyelesaian utang wesel senior ini menjadi salah satu bukti opini disclaimer untuk laporan keuangan Bakrie Telecom tahun buku 2017 dan 2018.

Dalam laporan keuangan 2018, Krisnawan, Nugroho & Fahmy selaku kantor akuntan publik menjelaskan, opini tersebut akibat mereka tidak memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat, untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit.

Lantaran opini disclaimer tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham Bakrie Telecom sejak 27 Mei 2019. Selain itu, harga saham Bakrie Telecom tercatat sudah berada pada titik terendah yaitu Rp 50 per saham sejak November 2012.

Selain fokus pada proses penyelesaian utang, Bakrie Telecom juga berupaya melakukan transformasi bisnis, dengan merambah bisnis-bisnis baru seperti  premium access number, dan voice and data solution untuk pelanggan korporaai UKM, dan residensial. Perseroan telah berupaya melakukan strategi tersebut sejak tahun 2014.

Hingga kuartal I-2019, Bakrie Telecom menanggung total kewajiban hingga Rp 16,17 triliun. Sementara ekuitas perseroan tercatat negatif hingga mencapai Rp 15,46 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA