Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hotel Dafam Semarang- Ilustrasi

Hotel Dafam Semarang- Ilustrasi

Imbas Covid-19, Pendapatan dan Laba Dafam Tergerus 25% di Kuartal I-2020

Mashud Toarik, Jumat, 22 Mei 2020 | 16:29 WIB

JAKARTA, investor.id- Pandemi Covid-19 membawa dampak tak sedap bagi performa kinerja PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM). Pada kuartal I-2020, perusahaan pengembang properti ini menyampaikan adanya penurunan pendapatan dan laba bersih hingga mencapai 25%.

Kondisi ini disampaikan manajemen Direktur PT Dafam Property Indonesia Tbk, Handoko Setijawan dalam Laporan Informasi dan Fakta Material Mengenai Dampak Pandemi Covid-19 yang disampaikan Perseroan kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (22/5/2020).

Handoko menyampaikan penurunan kinerja pada kuartal I-2020 dibanding periode yang sama tahun 2019 terutama turunnya kemampuan tenant membayar sewa serta kemampuan daya beli masyarakat untuk pembelian properti yang turun.  

Kondisi kurang bersahabat juga terjadi pada bisnis hotel yang dikelola oleh anak usaha Perseroan bernama PT Dafam Hotel Management (PT DHM). “Tingkat hunian hotel turun drastis, dan juga berimbas pendapatan PT DHM juga mengalami penurunan,” urai Handoko.

Penurunan tingkat hunian tadi disebabkan adanya himbauan Stay at Home, Work at Home, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat), aturan Pemerintah Daerah /Pusat.

Sebagai catatan pada tahun buku 2019 DFAM mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,85 miliar atau naik 425,04% dari laba bersih tahun sebelumnya yang hanya Rp1,3 miliar.

Adapun posisi pendapatan bersih hingga periode 31 Desember 2019 tercatat sebesar Rp157,03 miliar meningkat 6,77% dibandingkan pendapatan bersih Rp147,07 miliar di 2018.

Dalam laporan dampak pandemi Covid-19 manajemen DFAM juga menyebutkan potensi terhambatnya pembayaran kewajiban jangka pendek sebesar Rp 3,35 miliar. “Pandemi Covid-19 berdampak pada pembatasan operasional dan diperkirakan berlangsung lebih dari 3 bulan,” urainya.

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN