Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indika Energy. Foto: DEFRIZAL

Indika Energy. Foto: DEFRIZAL

Indika Energy Siap Akuisisi Nusantara Resources Limited

Senin, 28 Juni 2021 | 14:26 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- PT Indika Energy Tbk (INDY) akan memborong saham Nusantara Resources Limited (Nusantata), perusahaan pengelola tambang emas Awak Mas di Luwu, Sulawesi Selatan melalui mekanisme Scheme of Arrangement.

Direktur Utama Indika Energy, Arsjad Rasjid mengatakan, rencana aksi korporasi tersebut merupakan langkah strategis perseroan untuk meningkatkan eksposur di sektor pertambangan emas dan memperkuat diversifikasi bisnis perusahaan.

Indika Energy akan membayar Aus$ 0,35 per saham untuk 168.041.107 saham yang belum dimiliki perusahaan, sehingga total transaksinya sebesar Aus$ 58,8 juta atau setara dengan US$ 45,3 juta untuk sekitar 72% saham di Nusantara.

Rencana transaksi ini tunduk pada pemenuhan persyaratan, antara lain persetujuan pemegang saham Nusantara pada rapat umum pemegang saham yang rencananya akan diselenggarakan pada September 2021, persetujuan pengadilan di Australia, serta pemenuhan kondisi lainnya dalam dokumen sehubungan dengan rencana ini.

“Rencana transaksi ini juga menerima dukungan penuh dari semua anggota Independent Board Nusantara,” jelas Arsjad dalam keterangan resmi, Senin (28/6).

Arsjad Rasjid, Direktur Utama Indika Energy. Foto: Perseroan.
Arsjad Rasjid, Direktur Utama Indika Energy. Foto: Perseroan.

Sebagaimana diketahui, perseroan melalui anak usahanya yakni PT Indika Mineral Investindo (IMI), saat ini memiliki sekitar 28% saham di Nusantara serta kepemilikan saham secara langsung di PT Masmindo Dwi Area (Masmindo) yang mengelola tambang emas Awak Mas sebanyak 25%. Melalui transaksi ini, perseroan akan mengendalikan Masmindo sepenuhnya, sehingga secara efektif meningkatkan eksposur perusahaan di sektor pertambangan emas.

Arsjad menyampaikan, transaksi tersebut merupakan langkah strategis Indika Energy untuk memperkuat diversifikasi bisnis di sektor non batubara yang terus diupayakan perseroan sejak 3 tahun terakhir. Pihaknya berharap aksi korporasi ini dapat menciptakan nilai jangka panjang yang menguntungkan bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Sejak kami melakukan investasi awal di akhir 2018, reserves dan resources Masmindo sudah meningkat sebanyak 34% dan 18% yang sekarang berada di level 1,5 juta ons dan 2,35 juta ons. Kami percaya prospek emas ke depannya masih baik,” ujar Arsjad.

Sebagai bagian dari langkah strategis, anak perusahaan Indika Energy yaitu PT Petrosea Tbk (PTRO) juga terlibat di dalam proyek Awak Mas untuk mewujudkan sinergi usaha dalam rangka penciptaan nilai. Petrosea bertindak sebagai kontraktor untuk pengerjaan Front End Engineering and Design (FEED) yang akan dilanjutkan dengan negosiasi pengerjaan Engineering, Procurement and Construction (EPC).

Sebelumnya, Indika Energy melakukan diversifikasi bisnis dengan masuk ke sektor renewable energy (energi terbarukan). Proyek yang digarap dalam segmen ini adalah solar photovoltaic (PV) dan motor listrik.

Head of Investor Relations Indika Energy Ricardo Silaen menjelaskan, pemerintah saat ini mulai menggalakkan penggunaan energi terbarukan. Di saat yang sama, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan bagi pemilik bangunan untuk menggunakan solar panel demi mengurangi emisi karbon.

Dengan melihat peluang itu, Indika Energy mulai mengembangkan bisnis solar PV melalui kerja sama dengan pengembang solar panel asal India, Fourth Partner Energy. Melalui kerja sama tersebut, Indika membentuk perusahaan patungan bernama Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS) dengan kepemilikan 51%.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN