Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Indofarma Tbk. Foto: Perseroan.

PT Indofarma Tbk. Foto: Perseroan.

Indofarma Finalisasi Kerja Sama dengan Novavax untuk Vaksin Covid-19

Kamis, 15 Oktober 2020 | 20:24 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Indofarma Tbk (INAF) memastikan kerja sama pengadaan vaksin Covid-19 dengan perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Novavax Inc, berjalan sesuai rencana. Sementara itu, Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma ditetapkan sebagai salah satu potensial manufaktur vaksin Covid-19 oleh Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

Sekretaris Perusahaan Indofarma Arie Genipa Suhendi mengatakan, perseroan masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian BUMN terkait potensi kerja sama dengan Novavax. Pada prinsipnya, perseroan siap menjadi perusahaan yang bertindak sebagai distribusi dan perdagangan. “Kami sedang mencoba hal ini, selanjutnya kita lihat saja sesuai dengan arahan Holding BUMN Farmasi dan Kementerian BUMN,” kata dia saat sesi virtual 'Ngopi BUMN' di Jakarta, Kamis (15/10).

Seperti diketahui, Novavax yang sahamnya tercatat di Nasdaq, AS, tengah bekerjasama dengan pemerintah dan satuan tugas vaksin Inggris. Sejak September, Novavax berada pada uji klinis tahap 3 tingkat kemanjuran dan keamanan kandidat vaksin bernama NVX-Co2373.

Uji klinis tahap 3 dilakukan kepada 10 ribu orang berusia 18-84 tahun. Pengujian diperkirakan memakan waktu empat hingga enam minggu. Nantinya, data dari uji coba ini diharapkan dapat mendukung pengajuan izin di Inggris, Uni Eropa, dan negara lain.

Manajemen Novavax berkomitmen meningkatkan kapasitas produksinya. Produksi vaksin perseroan diproyeksi bakal mencapai 2 miliar dosis per tahun, setelah semua kapasitas tersedia secara daring pada pertengahan 2021.

Sementara itu, selain menjajaki peluang kerja sama, Indofarma juga menyusun skema distribusi vaksin secara terjangkau yang akan diproduksi Bio Farma. Selain itu, kontribusi Indofarma dalam program vaksinasi adalah penyediaan jarum suntik secara massal ke seluruh Indonesia. “Pengadaan jarum suntik juga diharapkan sesuai rencana. Bulan depan sudah bisa dirilis setelah kami registrasikan ke regulator,” jelas Arie.

Hal tersebut menambah kontribusi Indofarma dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Baru-baru ini, perseroan memasarkan obat antivirus Remdesivir dengan merek dagang Desrem. Distribusi obat ini merupakan hasil kerja sama perseroan dengan Mylan Laboratories Ltd asal India, yang mendapat lisensi dari Gilead Science Inc. Tahap awal, Indofarma berkomitmen memasarkan sekitar 400 ribu vial (dosis) dengan harga Rp 1,3 juta per vial ke rumah sakit pasien Covid-19.

Bio Farma

Bio Farma akhirnya terpilih sebagai salah satu potential drug manufacturer CEPI untuk Covid-19. Hal tersebut merupakan kelanjutan dari hasil due diligence pada 15 September 2020. CEPI memberikan penilaian pada aspek sistem produksi vaksin dan mutu, sistem analitik laboratorium, serta sistem teknologi informasi yang digunakan Bio Farma dalam memproduksi vaksin.

Seperti diketahui, CEPI merupakan koalisi pemerintah-swasta dan filantropis, yang berpusat di Norwegia. CEPI memiliki tujuan untuk mengatasi epidemi dengan cara mempercepat pengembangan vaksin. CEPI juga bertujuan untuk mengembangkan fase awal vaksin yang aman, efektif, dan terjangkau serta membantu menahan wabah sedini mungkin.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, fasilitas Bio Farma digunakan oleh CEPI untuk memproduksi vaksin Covid-19 dengan multi-platform sebanyak 100 juta dosis per tahun. Produksi diperkirakan mulai akhir kuartal IV-2021 atau kuartal I-2022.

“Saat ini dunia sedang berusaha menemukan vaksin Covid-19 dengan segala jenis platform. Pengembang-pengembang vaksin Covid-19 dari seluruh dunia, ada yang belum memiliki fasilitas produksi massal secara mandiri, sehingga CEPI akan mempertemukannya dengan produsen vaksin yang telah memenuhi persyaratan tertentu, dan Bio Farma adalah salah satunya,” ujar Honesti dalam keterangan resmi.

Honesti menambahkan, penggunaan kapasitas produksi untuk CEPI tidak akan memengaruhi kegiatan produksi rutin di Bio Farma. Pihaknya sudah memperhitungkan aktivitas produksi rutin. Ke depan, kolaborasi dengan CEPI tidak sebatas vaksin Covid-19, melainkan pengembangan vaksin pandemi lainnya. Perseroan berharap mendapat akses terhadap berbagai teknologi vaksin, sehingga memperkuat kemandirian vaksin secara nasional.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN