Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penjualan Indopoly Naik

Penjualan Indopoly Naik

Indopoly akan Bagi Dividen US$ 1,33 Juta

JM, Jumat, 17 Mei 2019 | 01:15 WIB

JAKARTA – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) menyetujui rencana pembagian dividen sebesar US$ 1,33 juta untuk tahun buku 2018. Dividen itu sekitar 27,57% dari laba bersih tahun lalu.

“Dividen yang akan dibayarkan sebesar Rp 3 per saham,” kata Jeffrey Halim, wakil presiden direktur Indopoly Swakarsa Industry, usai RUPST di Jakarta, Rabu (15/5).

Dia menegaskan, dividen akan dibayarkan kepada para pemegang saham pada 14 Juni 2019. Adapun tanggal pencatatan terakhir bagi para pemegang saham untuk mendapatkan dividen pada 27 Mei 2019.

Selain dividen, Indopoly juga mengalokasikan 70,37% dari laba bersih atau sebesar US$ 3,41 juta sebagai laba ditahan. “Sisanya US$ 100 ribu atau 2,06% dari laba bersih untuk dana cadangan perusahaan,” tutur dia.

Sementara itu, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 1,5 juta pada 2019. Dana capex bersumber dari kas internal perusahaan. “Capex akan dipergunakan untuk mendukung operasional atau maintenance,” jelas dia.

Presdir PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) Henry Halim (dua dari kanan) berbincang bersama Wakil Presdir Jeffrey Halim (dua dari kiri), Direktur Gordon Zhao-Yu Giang, dan Direktur Leo Firdaus di sela RUPS di Jakarta, Rabu (15/5/2109).
Presdir PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) Henry Halim (dua dari kanan) berbincang bersama Wakil Presdir Jeffrey Halim (dua dari kiri), Direktur Gordon Zhao-Yu Giang, dan Direktur Leo Firdaus di sela RUPS di Jakarta, Rabu (15/5/2109).

 

Tahun ini, Indopoly menargetkan laba bersih sebesar US$ 5 juta, naik 3,09% dibandingkan 2018 yang mencapai US$ 4,85 juta. Adapun penjualan diproyeksi tumbuh 5-10% menjadi US$ 222-232 juta. Menurut Jeffrey, untuk mencapai target tersebut, perseroan akan mengembangkan beberapa produk kemasan fleksibel yang memiliki margin baik.

Indopoly adalah salah satu produsen kemasan di Indonesia. Seluruh produk yang dijual perseroan terdiri atas Biaxially-Oriented Polypropylene (BOPP) dan satu mesin Biaxially-Oriented Polyester (BOPET). PT Indofood CBP Suskes Makmur Tbk (ICBP) menjadi salah satu konsumen dengan kontribusi 20,73% terhadap penjualan perseroan pada kuartal I-2019 yang sebesar US$ 51,62 juta.

Saat ini, total kapasitas produksi perseroan sebesar 100 ribu ton per tahun. Kapasitas produksi ini tersebar di beberapa pabrik di Purwakarta, Jawa Barat sebesar 65 ribu ton, serta di Suzhou Jiangsu dan Kunming Yunnan Tiongkok masing-masing sebesar 25 ribu ton dan 10 ribu ton.

Perseroan belum berencana untuk ekspansi pabrik pada tahun ini. “Rencana pabrik di AS dan rencana penambahan line di Tiongkok dan Indonesia masih tahap studi kelayakan,” ujar Jeffrey.

Saat ini, perseroan juga tengah melakukan uji coba kemasan fleksibel biodegradable seiring kampanye ramah lingkungan. Uji coba ini dilakukan terhadap perusahaan makanan dan rokok di Indonesia. “Ini peluang yang bagus bagi perseroan karena kami sudah mengembangkan produk biodegradable sejak lima tahun lalu. Kami sudah ekspor ke 3-4 negara. Beberapa food company sudah coba produk ini,” ujarnya.  

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN