Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV). Foto: Perseroan.

PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV). Foto: Perseroan.

Inocycle Perluas Bisnis ke Ranah Online

Nabil Al Faruq, Rabu, 10 Juli 2019 | 19:00 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) akan memperluas bisnisnya ke ranah online dengan menciptakan aplikasi bernama Plastic Pay. Selama ini, Inocycle adalah perusahaan offline yang berfokus di sektor recycle.

“Sistem dari aplikasi Plastic Pay yang pertama adalah kita akan menyediakan collection point. Itu nantinya akan menjadi tempat untuk masyarakat menukarkan poin lewat aplikasi,” kata Direktur Inocycle Technology Suhendra Setiadi, usai pencatatan perdana (listing) saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/7).

Dia menjelaskan, masyarakat nantinya akan mengunjungi collection point milik perseroan, yang salah satunya akan berlokasi di mal. Selain itu, perseroan akan menyediakan vending machine. Namun, untuk memudahkan masyarakat, perseroan juga akan mobile mengambil sampah botol plastik tersebut.

Perseroan juga akan bekerjasama dengan NGO dan pemerintah untuk mengumpulkan sampah yang ada di Indonesia, kemudian akan dijadikan produk oleh perseroan. “Produk kami adalah recyle fiber yang biasanya terdapat di jaket, bantal, karpet, karpet untuk mobil, peredam mobil, serta geotekstil untuk penahan tanah,” ungkap Suhendra.

Dengan adanya aplikasi Plastic Pay, perseroan sekaligus ingin membantu masyarakat untuk bertransformasi menjadi budaya yang memanfaatkan sampah plastik dari selama ini yang cenderung penyumbang sampah plastik. “Plastik itu bukan sampah, kita bisa memanfaatkannya melalui aplikasi tersebut Kita bisa ubah menjadi discount atau menjadi point untuk pembelanjaan. Jadi, ini adalah uang,” tuturnya.

Selain masuk ke ranah online, perseroan akan membangun washing facility di Medan, Makassar, dan Cirebon. Rencananya, pembangunan gedung tersebut akan dilaksanakan tahun ini. Saat ini, perseroan sudah memiliki lima washing facility di Tangerang, Karanganyar, Mojokerto, Semarang, dan Banyuasin.

Listing

Kemarin, saham Inocycle Technology resmi tercatat di BEI. Perseroan memperoleh dana sebesar Rp 152 miliar melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak 608 juta saham atau setara 33,62%. Adapun harga IPO perseroan sebesar Rp 250 per saham.

Inocycle Technology menjadi emiten baru ke-29 tahun ini. Pada penutupan perdagangan kemarin, saham INOV menguat Rp 124 (49,6%) ke posisi Rp 374 atau terkena penolakan otomatis (auto rejection) batas atas.

Direktur Utama Inocycle Technology Jaehyuk Choi mengatakan, salah satu tujuan utama perseroan go public adalah untuk mencapai transparansi, efisiensi, serta akuntabilitas dalam setiap kegiatan operasional. Dengan akses ke pasar modal, akan memberikan banyak fleksibilitas bagi perseroan untuk dapat mengembangkan usaha sesuai dengan visi perseroan.

Suhendra Setiadi menambahkan, perseroan akan menggunakan dana hasil IPO untuk penambahan washing facility, pembayaran utang, dan pembiayaan usaha baru, yaitu Plastic Pay. “Selain dari penawaran saham, perseroan juga akan memiliki sumber dana lain, namun sumber dana tersebut masih dirahasiakan,” kata dia.

Suhendra menegaskan, proyek Plastic Pay ini sangat menarik. Selain berdampak positif bagi investor, proyek ini juga berdampak sosial yang cukup besar. Jadi, bukan semata kepentingan bisnis, melainkan masyarakat.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA