Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

IPO 'Unicorn' Indonesia Tarik Minat Investor Asing

Kamis, 8 April 2021 | 06:20 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham perusahaan rintisan (start-up) teknologi berskala besar atau unicorn Indonesia berpotensi menyedot perhatian dan minat investor luar negeri terhadap iklim investasi digital di Tanah Air.

CEO PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures) Nicko Widjaja mengatakan, sebagai penggiat modal ventura, pihaknya mencermati saat ini hanya SEA Ltd yang menjadi start-up dari Asia Tenggara dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek New York (NYSE). Pada kuartal IV-2020, kapitalisasi pasar induk dari marketplace Shopee tersebut mencapai US$ 102 miliar, melonjak signifikan dari kuartal IV-2019 yang sebesar US$ 19 miliar.

“Saat terjadi pandemi, saham-saham teknologi di Amerika Serikat justru meningkat. Nah, kalau unicorn seperti Gojek dan yang lain IPO di Indonesia atau di luar, maka ini sekaligus membuat investor luar menyaksikan remarkable growth dari ekosistem digital kita,” jelas dia saat webinar NextGen Summit 2021 yang diselenggarakan oleh Beritasatu.com, Rabu (7/4).

Selama pandemi pun, kata Nicko, banyak start-up khususnya di sektor teknologi finansial meraih pendanaan dari modal ventura termasuk modal ventura asing. Hal ini juga menandakan investor luar negeri memandang sektor fintech menjanjikan.

Pada Februari lalu, BRI Ventures bersama perusahaan fintech terkemuka, Fazz Financial Group, dan perusahaan modal ventura PT Prasetia Dwidharma sebagai operating partner, menghadirkan program akselerator Sembrani Wira.

Adapun para start-up yang akan ikut dalam batch pertama dari Sembrani-Wira antara lain GajiGesa, Biteship, MYCL, Cooklab, Gredu, Restock.id, Minapoli, Tumbasin dan Brick.io. Diharapkan setelah mengikuti program akselerasi ini, para startup terpilih dapat memiliki marketability yang lebih besar, memperluas network dan jaringan, serta berhasil mendapatkan kesempatan pendanaan investasi.

Tak hanya di sektor fintech, BRI Ventures melalui Dana Ventura Sembrani Nusantara tercatat melakukan investasi seri A ke start-up logistik Andalin pada Maret lalu. Andalin yang didirikan pada 2006 merupakan start-up digital di bidang logistik yang jadi pionir dalam memberikan solusi pada pelaku usaha lokal untuk melakukan ekspor-impor.

Sebagai contoh, Andalin menangani pengurusan bea cukai, penyediaan jasa konsultan, asuransi kargo, dan pencarian angkutan kargo dengan harga terjangkau. Pendanaan ini merupakan investasi ketiga Dana Ventura Sembrani Nusantara sejak diluncurkan pada Juni 2020.

Andalin juga menjadi startup dari sektor logistik pertama dalam portfolio BRI Ventures. Sebelumnya, Dana Ventura Sembrani Nusantara juga sudah berinvestasi pada brand minuman Haus! dan sepatu lokal Brodo.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN