Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan tambang di Bukit Asam. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Kegiatan tambang di Bukit Asam. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

GAET PELINDO II,

Kapasitas Angkutan Batu Bara Bukit Asam 20 Juta Ton/Tahun

Selasa, 15 September 2020 | 13:58 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — PT Bukit Asam Tbk (PTBA) baru-baru ini telah melakukan kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Kerja sama ini telah ditandatangani pada tanggal 11 September 2020.

Sekretaris perusahaan Bukit Asam Apollonius Andwie C mengatakan, kerja sama dengan Pelindo II tersebut dilakukan untuk pengembangan kapasitas angkutan batu bara dan komoditas lainnya melalui sungai dan pelabuhan di Sumatera Selatan. Aksi ini telah diresmikan oleh perseroan pada Jumat pekan lalu.

“Dengan adanya kerjasama tersebut, kami melihat terdapat potensi untuk meningkatkan kapasitas angkutan batu bara perseroan sampai dengan 20 juta ton per tahun,” ujar Apollonius kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (15/9).

Sebagaiman diketahui, kapasitas pengangkutan batu bara perseroan hingga semester I-2020 mencapai 11,7 ton. Sedangkan target untuk tahun ini, perseroan telah melakukan revisi target angkutan batu bara menjadi 23 juta ton, hal ini dilakukan karena menyikapi adanya penurunan permintaan pasokan batu bara di pasar yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Sedangkan peroleh angkutan batu bara di akhir tahun lalu perseroan memperoleh sebesar 24,2 juta ton.

Selain itu, perseroan saat ini tengah dalam proses limited review untuk kinerja keuangan semester I-2020. Apollonius menyampaikan bahwa di kuartal I-2020 Bukit Asam telah mencetak laba bersih sebesar Rp 903,24 miliar.

“Kinerja perseroan masih positif dan bisa mencetak laba. Kami mengharapkan pemulihan ekonomi bisa lebih cepat agar permintaan dan harga batu bara bisa kembali membaik,” ujar dia.

Terkait dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan kembali di Jakarta, Apollonius menanggapi bahwa sejauh ini tidak ada kendala yang diberikan kepada perseroan, sebab kantor perseroan yang ada di Jakarta adalah kantor perwakilan yang proses bisnisnya sebagian besar bersifat administratif dan aktifitas pekerjaannya dapat dilakukan dari kediaman masing-masing pegawai.

Perluasan pasar

Adapun tahun ini, Bukit Asam berencana menjual batu bara ke beberapa negara baru, seperti Brunei Darussalam, Vietnam dan Australia. Ekspansi ke pasar baru ini dilakukan untuk mengantisipasi penurunan penjualan ke negara tujuan utama yang terkena dampak Covid-19.

Pada semester I-2020, penjualan ekspor mencapai 5,2 juta ton. Jumlah ekspor tersebut mencapai 41,4% dari penjualan keseluruhan yang mencapai 12,5 juta ton hingga Juni 2020. Sementara untuk penjualan batu bara domestik masih menjadi prioritas perusahaan dengan porsi sebanyak 58,6% atau sekitar 7,3 juta ton.

Dari sisi produksi, perseroan memproyeksi produksi batubara sebanyak 25 juta ton tahun ini. Hingga Juni 2020, tercatat sebanyak 11,9 juta ton. Kemudian kapasitas angkutan batu bara mencapai 11,7 juta ton di periode yang sama.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN