Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kapuas Prima Coal. Foto: kpc.co.id

Kapuas Prima Coal. Foto: kpc.co.id

Kapuas Prima Siapkan US$ 4 Juta untuk Eksplorasi Lahan Tambang

Selasa, 15 September 2020 | 13:50 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), emiten yang bergerak di bidang pertambangan logam dasar (galena) di Indonesia, menyiapkan dana US$ 3-4 juta pertahun untuk pengembangan dan eksplorasi lahan tambang perusahaan.

Direktur Kapuas Prima Hendra William mengatakan, luas tambang perseroan yang memproduksi logam dasar yang terdiri dari konsentrat timbal (Pb), konsentrat seng (Zn) dan perak (Ag) saat ini mencapai 5.569 Ha dengan area yang baru diproduksi sebesar 390 Ha.

"Langkah ini diambil karena besarnya pangsa pasar dan menjaga keberlanjutan usaha perusahaan untuk memastikan adanya cadangan yang cukup untuk jangka panjang," ujar Hendra dalam keterangan resmi pada Selasa (15/9).

Sebelumnya, Kapuas Prima juga telah mengumumkan kenaikan sumber daya galena yang dimiliki perusahaan. Jumlah sumber daya perusahaan per Agustus 2020 mencapai 23,33 juta ton, meningkat dari data sebelumnya sebesar 14,44 juta ton pada tahun 2018.

Potensi sumberdaya dan cadangan ZINC sendiri masih cukup besar karena sampai saat ini perseroan baru berproduksi dilahan seluas 390 Ha, atau sekitar 7% dari total luas IUP yang dimiliki.

“Jumlah sumberdaya dan cadangan galena yang dimiliki oleh perseroan telah mengacu pada standar JORC (Joint Ore Reserves Committee). Sementara untuk laporan cadangan mineral masih dalam proses yang dimana kami antisipasi masih memerlukan waktu sekitar 1-2 bulan lagi dari sekarang," terang dia.

Lebih lanjut, perseroan juga telah melakukan investasi dengan membangun dua pabrik smelter masing-masing untuk smelter timbal (Pb) dan smelter Zinc (Zn). Saat ini pembangunan smelter Timbal sudah mencapai 99% dan ditargetkan dapat melakukan produksi pada kuartal pertama tahun depan. Sementara untuk smelter seng ditargetkan dapat berproduksi pada tahun 2022.

Selain itu, melihat pasar komoditas secara umum telah bergerak naik sejak Juli 2020, perseroan pun membuka kembali wacana untuk melakukan produksi bijih besi dalam negeri. Tentunya hal ini jika dapat terealisasi dapat memberikan nilai tambah yang positif bagi perseroan ke depannya. Dapat diketahui pada saat ini harga bijih besi 62% berada pada kisaran harga US$ 110/ton.

“Kami melihat kedua komoditas ini memiliki prospek yang positif, karena kebutuhan pangsa pasar domestik masih sangat besar dan sangat bergantung terhadap impor untuk memenuhi kebutuhan komoditas ini setiap tahunnya, sekaligus proyek smelter ini sudah sejalan dengan program pemerintah untuk bisa memenuhi kebutuhan lokal (hilirisasi) dan mengurangi jumlah impor," jelas dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN