Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
semen gresik

semen gresik

Kembangkan Bisnis, Semen Indonesia Siapkan Capex Rp 2 Triliun

Ghafur Fadillah, Selasa, 11 Februari 2020 | 22:22 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) pada tahun ini menyiapkan capital expenditure (capex) sebesar Rp 2 triliun yang bersumber dari kas internal. Rencananya perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk pengembangan bisnis dan maintenance pabrik.

Direktur Keuangan Semen Indonesia Doddy Sulasmono menjelaskan, pengembangan tersebut dengan diversifikasi bisnis menjadi penyedia solusi bahan bangunan yang diharapkan dapat memperkuat kompetisi di tingkat regional.

"Dengan diversifikasi tersebut kami berharap dapat menjadi pioner dalam industri building material yang memberdayakan stakeholder dalam menciptakan sustainable living," jelasnya usai konferensi di Jakarta, Selasa (11/2).

Lebih lanjut terkait kendala oversupply yang saat ini sedang dialami oleh para emiten produsen semen, Doddy mengatakan bahwa selama izin produksi semen masih diberikan maka oversupply akan sulit dibendung.

"Oversupply menjadi hal yang di luar kuasa kita, salah satu strategi kita dengan rebranding agar menambahkan nilai tambah, inovasi tersebut untuk memperkuat daya saing SMGR di tingkat Asia Tenggara," kata dia.

Meskipun begitu perseroan optimistis pada tahun ini penjualan dan pendapatan dapat meningkat hingga 10% di atas pasar.

"Nantinya kami akan membuat sebuah aplikasi untuk merangkul komunitas arsitek muda, kontraktor serta tenaga pendukungnya  dengan konsep sharing ekonomi seperti one stop solution dengan target para milenial yang ingin memiliki rumah dengan cara yang praktis," papar dia.

Maraknya penerbitan surat utang negara tidak membuat emiten dengan kode saham SMGR ini, untuk turut andil menerbitkan bond..

"Kami justru mau bayar utang, bukan mau menambah utang," pungkasnya.

Lesunya permintaan semen

Sebelumnya Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso menjelaskan, penjualan semen nasional pada 2019 mencapai 76,26 juta ton.

"Meski tumbuh 1,3% dibanding tahun sebelumnya, angka itu di bawah target sebesar 5%,” kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, pekan lalu.

Dari jumlah itu, sebanyak 69,86 juta ton merupakan penjualan di dalam negeri. Selebihnya atau sebanyak 6,4 juta ton merupakan penjualan ke pasar ekspor.

"Ini sangat memprihatinkan. Pertumbuhan diharapkan mencapai 5%, tetapi realisasinya ternyata hanya 1,3%," kata dia.

Widodo menjelaskan, rendahnya pertumbuhan penjualan semen tahun lalu terutama disebabkan lesunya permintaan semen di dalam negeri. Berdasarkan data ASI, penjualan semen di pasar domestik hanya naik 0,5% pada 2019 dibanding 2018.

“Penjualan pada semester I tahun lalu turun drastis sekitar 660 ribu ton akibat kesibukan pemilu. Selain itu, pembangunan proyek-proyek infrastruktur belum berjalan optimal. Kenyataan ini cukup ironis,” tutur dia.

Pada 2019, kata Widodo, permintaan semen baru mulai bergerak naik pada Agustus hingga akhir tahun.

"Konsumsi semen di paruh kedua cukup bagus, dan mampu menutup defisit semester I, meski belum bisa mendongkrak pertumbuhan sepanjang tahun 2019 hingga mencapai 5% seperti yang ditargetkan," papar dia.

Widodo mengemukakan, dengan penjualan hanya cuma 76,26 juta ton pada 2019, utilisasi pabrik semen nasional hanya mencapai 69%.

 "Karena kapasitas pabrik semen di Indonesia sekitar 109 juta ton per tahun, jadi ada kelebihan pasokan (over supply) sebanyak 33 juta ton," ujar dia.

Untuk itu, menurut Widodo, para produsen semen mengharapkan pemerintah tidak mengeluarkan izin pabrik semen baru sampai 4-5 tahun mendatang. Soalnya, permintaan semen di Tanah Air sudah menuju stagnan dan tidak mengalami kenaikan yang berarti. Kondisi itu akan semakin parah setelah tiga pabrik semen di Jawa beroperasi. Pabrik berkapasitas total sekitar 8 juta ton itu akan beroperasi pada semester II-2020.

 "Ini berarti utilisasi pabrik akan turun, bukan malah naik," tegas dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA