Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP).

PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP).

PENGALIHAN ASET RP 2,38 TRILIUN

Keppel Group Gandeng Mega Manunggal

Farid Firdaus, Kamis, 14 November 2019 | 18:49 WIB

JAKARTA, investor.id – Konglomerat Singapura, Keppel Corporation melalui Alpha Investment Partners Ltd menjalin aliansi bisnis dengan PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), anak usaha Argo Manunggal Group. Kedua perusahaan sepakat membentuk pengelola dana investasi (private fund) untuk pengembangan, akuisisi, pengawasan, pengoperasian, dan investasi pada aset properti logistik di Indonesia.

Mega Manunggal dan Alpha Investment menandatangani perjanjian kerja sama pada 11 November 2019. Berdasarkan perjanjian ini, perseroan akan menguasai 25% saham private fund, sedangkan sisanya menjadi porsi Alpha Investment beserta investor.

Dalam skema transaksi, Mega Manunggal akan mengalihkan seluruh aset tanah, bangunan, fasilitas dan kontrak sewa kepada perusahaan yang dibentuk untuk tujuan khusus (special purpose vehichle/SPV) bernama PT Indo Log One. Adapun Indo Log One adalah anak perusahaan PT Indo Log Advisory, yang dibentuk khusus untuk menjembatani transaksi ini.

“Nilai transaksi atas seluruh pengalihan aset ini mencapai Rp 2,01 triliun. Setelah ditambah dengan biaya transaksi, nilainya menjadi Rp 2,38 triliun,” ungkap manajemen Mega Manunggal dalam pengumuman resmi, Kamis (14/11).

Rincian aset-aset yang dialihkan tersebut, antara lain Mega Distribution Centre (MDC) Unilever Indonesia dengan luas tanah 197.690 m2 dan net leasable area (NLA) 90.288 m2, Gudang Li Fung dengan luas tanah 34.637 m2 dan NLA 21.210 m2, serta Gudang Selayar dengan luas tanah 9.164 m2 dan NLA 5.620 m2. Ketiga aset tersebut berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat.

Ada pula pengalihan aset atas nama anak usaha perseroan, yakni PT Intirub. Aset tersebut adalah Intirub Business Park (IBP) I dan II yang berlokasi di Cililitan, Jakarta Timur.

Saat ini, tanah dan bangunan dari aset tersebut masih dijadikan jaminan atas pinjaman Mega Manunggal kepada Bangkok Bank. Sisa saldo pinjaman tercatat sebesar Rp 381,13 miliar. Perseroan berencana melunasi pinjaman tersebut sebelum aset dialihkan kepada Indo Log One.

Sesuai rencana, Mega Manunggal akan menggunakan dana hasil pengalihan aset untuk menopang ekspansi bisnis perseroan di masa mendatang. Selain itu, inisiasi pembentukan private fund nantinya diharapkan menghasilkan fee based income berupa strategic advisor fees, property management fees, serta dividen. Secara garis besar, aksi ini merupakan asset light strategy untuk menopang pertumbuhan yang berkesinambungan dan monetisasi aset.

Nilai transaksi ini termasuk kategori transaksi material karena mencapai 43,38% dari total nilai aset bersih konsolidasi perseroan per Juni 2019 yang sebesar Rp 5,49 triliun. Namun, lantaran nilainya kurang dari 50% dari aset, transaksi ini tidak diwajibkan untuk memperoleh persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Sementara itu, transaksi ini juga tergolong transaksi afiliasi, yang memerlukan laporan penilaian tim independen.

Kendati demikian, Mega Manunggal tetap berencana menggelar RUPSLB pada 20 Desember 2019. Hal ini dalam rangka pemenuhan good corporate governance sekaligus pemenuhan ketentuan dari Badan Pertahanan Nasional untuk dapat mengalihkan aset.  

Dapat RUPSLB nanti, perseroan juga meminta persetujuan untuk membeli kembali (buyback) sebanyak 350 juta saham yang beredar di bursa. Jumlah saham itu setara 9% dari modal disetor dan ditempatkan. Perseroan membatasi harga maksimal pembelian saham kisaran Rp 585 per saham. Periode pelaksanaan aksi korporasi ini akan berlangsung selama 18 bulan pasca disetujui RUPSLB.

Keppel Group

Sebagai informasi, seluruh saham Alpha Investment Partners Ltd dikuasai oleh Keppel Capital Holdings Pte Ltd, yang merupakan unit bisnis investasi dari Keppel Corp.

Alpha Investment didirikan pada 2003 dengan nilai aset kelolaan manajemen manajer investasi sebesar US$ 8,9 miliar pada akhir 2018. Perusahaan ini tercatat telah mengeksekusi lebih dari 120 transaksi dengan nilai bruto mendekati US$ 24 miliar dan realisasi investasi US$ 11,8 miliar pada kuartal II-2019.

Berdasarkan penilaian KJJP Stefanus Tonny Hardy & Rekan, risiko yang timbul dari transaksi Mega Manunggal dengan Alpha Investment adalah hilangnya pendapatan secara langsung yang sebelumnya didapatkan dari aset.

Namun, sebagai gantinya, Mega Manunggal akan mendapatkan pendapatan berupa dividen dari Indo Log One. Selain itu, ada pula pendapatan property management dan strategic advisor dari Indo Log One atas pengoperasian aset yang tetap dipercayakan kepada perseroan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA