Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kimia Farma. Foto: IST

Kimia Farma. Foto: IST

Kimia Farma akan Rights Issue 1,57 Miliar Saham

Parluhutan Situmorang, Senin, 12 Agustus 2019 | 22:20 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) berencana menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 1,57 miliar saham. Keinginan tersebut akan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan pada 18 September 2019.

Manajemen Kimia Farma melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia menyebutkan bahwa saham baru tersebut merupakan saham Seri B yang memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak dividen dengan saham yang telah disetor penuh lainnya. Dana hasil PMHMETD akan dimanfaatkan sebagai modal kerja dan pengembangan usaha perseroan dan entitas anak.

"Perseroan akan memperoleh dana kas untuk modal kerja yang dapat digunakan untuk membiayai pengembangan kegiatan usaha dan kegiatan entitas perseroan dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku," tulis manajemen melalui keterbukaan informasi di BEI, Jakarta, (12/8).

Perseroan mengumumkan bahwa bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan terdilusi dengan jumlah maksimum 22,14% dari model ditempatkan dan disetor penuh. Sedangkan merujuk harga penutupan saham di BEI kemarin, saham KAEF ditutup level Rp 3.120.

Direktur Keuangan Kimia Farma IGN Suharta Wijaya sebelumnya mengatakan, Kimia Farma menargetkan akuisisi dua rumah sakit di Jakarta pada paruh kedua tahun ini. Nilai pembeliannya diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun.

Perseroan tertarik untuk membeli sebagian saham rumah sakit BUMN maupun swasta yang menyelenggarakan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Due dilegence terhadap rumah sakit yang potensial telah dilakukan sejak awal tahun ini.

“Rumah sakit akan melengkapi ekosisitem healthcare kami. Due diligence selalu dilakukan dan selalu ada perubahan juga. Kondisinya kami lihat, punya captive market seperti apa. Mudah-mudahan bisa dieksekusi tahun ini,” jelasnya.

Pihaknya menyebutkan bahwa perseroan kemungkinan menjadi pemegang saham mayoritas pada salah satu rumah sakit yang diakuisisi tahun ini. Sedangkan, pendanaan akusisi rumah sakit dan bisnis lainnya senilai Rp 2 triliun tahun ini bersumber dari kas internal, pinjaman bank, dan penerbitan surat utang.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN